Energi Baru Untuk Tahun Ajaran Baru

Energi Baru Untuk Tahun Ajaran Baru

Tidak bisa dipungkiri bagi seorang guru, pengumuman kelulusan ujian nasional merupakan sesuatu yang menegangkan. Bagaimana tidak, hal ini menjadi penentu berkembangnya generasi yang mereka didik di jenjang yang lebih tinggi. 

 

Selain itu kelulusan siswa menjadi tolak ukur yang besar terhadap keberhasilan guru dalam mendidik anak didik mereka. 

 

Kelulusan siswa merupakan kebanggan tersendiri bagi seorang guru yang telah berjuang bersama, belajar bersama selama beberapa tahun dengan siswanya. Namun ketika kita melihat lebih dalam di tahun 2018 ini ada beberapa permasalahan yang muncul setelah ujian nasional di laksanakan. 

 

Salah satunya adalah adanya penurunan nilai rata rata ujian nasional  dari tahun sebelumnya. Di beberapa kota besar penurunan nilai ujian nasional bukan hanya di alami oleh SMA dan SMP namun juga di alami oleh SD. Sebagaimana yang dikatakan oleh Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada tribunbanjarmasin.com, Rohmat menuturkan bahwa nilai rata-rata USBN SD tahun ini adalah 212. Sementara untuk tahun lalu nilai rata-ratanya adalah 213. "Turun 7 poin karena Matematika tahun ini menggunakan HOTS. Banyak nilai yang turun di sana. Sementara untuk nilai Bahasa Indonesia dan IPA relatif stabil," ungkapnya, Senin (4/6/2018).

 

Penurunan nilai ujian juga terjadi di Bojonegoro seperti yang disampaikan Kasi Kurikulum SD, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Sukarni Penurunan hasil nilai UN terjadi di semua mata pelajaran yang diujikan mulai mapel Bahasa Indonesia nilainya turun 7,16 poin, Matematika turun 7,93 poin dan IPA turun 2,93 poin dibandingkan tahun lalu (blogbojonegoro.com).

 

Apa yang harus direfleksikan seorang guru dengan kondisi yang seperti ini? Ada banyak  faktor yang menyebabkan penurunan nilai ujian nasional, bukan hanya semata dari gurunya. Namun, sekolah berfungsi sebagai tempat membangun pengetahuan juga penanaman nilai. 

 

Sehingga seorang guru dituntut untuk meningkatkan kompetensi mereka untuk menghadapi peserta didik. Jadi guru merupakan sosok yang berperan penting terhadap hasil yang akan dicapai oleh siswa.

 

Oleh karenanya para guru hendaknya terus mengasah dan meningkatkan kompetensi mereka untuk menghadapi para siswa. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, akan berpengaruh juga teerhadap kemampuan calon siswa yang akan di ajar para guru di tahun ajaran baru ini.

 

Para guru butuh energi baru agar lebih kreatif dalam meramu kelas mereka sehingga tidak terlihat monoton dan hanya sebatas kelas yang menjadi tempat menulis dan membaca bagi para siswanya tapi juga sebagai ruang berekspresi bagi siswa mereka.

 

Penulis: Abd.  Rahman, M.Pd
Editor: Muh Khoirudin

Foto from internationalteachersplus.com