Engkau Itu Semu

Engkau Itu Semu

Engkaulah sang pengatur tempo dalam nada-nada ini
Dan aku hanyalah pendengar yang tak menau
Engkau menciptakan ilusi dengan bait bernada bahagia
Aku hanya bisa termenung karena seolah memang bahagia

 

Kisah ini bukan tentang apa yang engkau lantunkan
Karena engkau begitu naif pada dirimu sendiri
Berkatalah engkau tentang A lalu sebentar menengok
Kau anggap itu benar
Aku pun pasrah, karena tanganmu menanda benar

 

Engkau yang telah ditakdirkan Tuhan dengan segala kelebihanmu
Bukan untuk memperdayaku dalam bait-bait pilu
Seharusnya engkau tahu tentang ini lalu menggenggam tanganku
Karena bukan seperti inilah tabir jalanku

 

Bagaimana nada-nada itu mengalun tanpa hati
Sehingga hanyalah mengoyak jiwa-jiwa manusia
Terutama aku yang kau anggap sebagai hidupmu
Bukankah kebahagiaan itu hanyalah semu di antara cerita mereka, ceritaku dan ceritamu.