Fakta di Balik Kegiatan Kerja Bakti

Fakta di Balik Kegiatan Kerja Bakti

Reviens Media, Jakarta – Wah kegiatan apa ya kok sampai bawa-bawa anak muda Indonesia? Jadi begini. Sore itu, aku sedang tidak bekerja dikarenakan sedang cuti. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki paruhbaya yang tak ku kenal. Ternyata lelaki itu membawa dua lembar kertas, lalu diberikanlah padaku. Perlahan ku lihat dan ku baca kertas itu, akhirnya sampai di penghujung tulisan keperluan. Wah ternyata undangan kerjabakti.

 

Dalam hati, wah kerjabakti. Jarang-jarang ni ada undangan kayak gini, biasanya undangan pernikahan atau ulang tahun temen. Hiihihi.. wah gengsi dong anak muda ikutan kerjabakti. Sudah bau, kotor, panas pula. Anak muda gitu lohh… hihihi.

 

Sampailah di hari H kegitan kerjabakti itu. Pagi itu setelah jalan-jalan, aku disuruh untuk ikutan kerjabakti. Ya sudahlah aku ikutan saja. Memang sudah lama nggak ikutan kerjabakti setelah tinggal di Jakarta. Assek tinggal di Jakarta, lantas meninggalkan jatidiri sebagai anak kampung yang dulunya sering ikutan kerjabakti. Hehhe.. jangan dikutin ya sob hal jelek kayak gini, tetap jadi diri sendiri yang menjaga budaya bangsa yang arif (sok bijak ya aku).

 

Lokasi kerjabaktinya tidak jauh dari rumahku, hanya sedikit ke belakang rumah. Yaitu di Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Aku sempet ragu dan sedikit malu ikut gabung, yang ternyata hanya bapak-bapak saja tidak ada anak muda yang seumuranku, yaudah lanjut saja ikutan berbaur dengan warga yang jauh lebih tua umurnya dibandingkan aku. Nggak salah bukan ikutan kerjabakti bersama bapak-bapak. Itung-itung ikutan menjaga warisan budaya leluhur yang arif ini.

 

Selain itu bisa mengakrabkan atau berkenalan dengan masyarakat sekitar. Tidak lama aku berbaur membersihkan selokan, nampak anak muda yang rumahnya di depan tempat kegitan. Dia mulai mendekat arah kami, dan berpakain rapih. Wah ternyata cuma melihat saja, tidak ikut membantu. Dalam hati, inilah anak muda zaman sekarang, tidak mau ikutan kegiatan kemasyarakatan seperti ini..hihihi

 

Kerjabakti kali ini, kami membersihkan selokan depan Masjid yang mulai meninggi, sehingga menyumbat saluran air. Bisa dibayangkan bukan membersihkan saluran air, di Jakarta pula. Bau dan kotor pasti. Betul sekali. Semua kalau didasari dengan rasa ikhlas sudah tidak merasakan bau dan capek. Indahnya kebersamaan dan jangan gengsi atau males ikutan kegiatan ginian.

 

Oh iya dari tadi bahas kerjabakti. Apa sih sebenernya kerjabakti itu.

Kerjabakti merupakan kegiatan gotong royong atau megerjakan sesuatu secara bersama-sama. Bisanya kerjabakti ini mengerjakan seperti bersih-bersih jalan atau sekitar perkampungan dengan cara menyapu, memotong rumput liar, membersihkan saluran air (gorong-gorong) dan banyak lagi.

 

Kegiatan ini merupakan warisan budaya nusantara yang banyak manfaatnya sehingga kita sebagi generasi muda harus menjaga warisan ini. Saat ini memang kegiatan ini sudah sulit dijumpai terutama di kota-kota besar. Ego individualismenya tinggi dan meninggalkan budaya kekeluargaan ini, sehingga kebiasaaan kerjabakti bersama warga sudah mulai terkikis. Mereka lebih mengandalkan uang untuk membayar orang.

 

Selain itu anak mudanya tidak sedikit yang gengsi atau malas mengikuti kegiatan ini. Banyak alasannya. Tinggal pilih, kalian akan memilih menjaga warisan budaya yang arif ini, atau meninggalkannya sehingga tidak ada lagi kegitan semacam ini di masa yang akan datang.

 

Foto: armanihwandi.blogspot.com