Ikan Fermentasi dari Dayak dan Banjar

Ikan Fermentasi dari Dayak dan Banjar

Ikan fermentasi (Kompas.com)

 

Reviensmedia.com,Kalimantan -Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki budaya dan makanan khas yang begitu banyak dan bervariasi tergantung asal si makanan khas tersebut. Terkadang makanan khas tersebut dipengaruhi oleh budaya dari daerah setempat. Seperti halnya masyarakat Dayak dan Banjar di Kalimantan dikenal sebagai peladang yang piawai menanam berbagai jenis padi ladang.

 

Peladang kerap berpindah-pindah tempat, sehingga menjauhkan orang Dayak dan Banjar dari sungainya. Dengan siklus hidup yang seperti itu, membuat mereka menguasai teknologi pengawetan ikan. Dengan teknologi ini, masyarakat Dayak dan Banjar memiliki makanan khas bernama Wadi. Wadi adalah makanan yang berbahan baku ikan dengan proses fermentasi. Pembuatan makanan inipun cukup rumit, karena memakan waktu sekitar lima hari sampai satu minggu, hingga sampai dapat dikonsumsi.

 

Pengelolaan makanan dengan cara difermentasi menjadi wadi merupakan strategi masyarakat Dayak untuk mengatur pola makanan, karena dapat dijadikan cadangan makanan bagi masyarakat yang sudah disibukkan dengan bercocok tanam.

 

Hal itulah yang membuat wadi menjadi makanan turun temurun yang dikonsumsi oleh masyarakat Dayak dan Banjar. Makanan inipun dikonsumsi saat musim tanam padi.