Inilah Fakta Mengapa Menguap Itu Menular

Inilah Fakta Mengapa Menguap Itu Menular

Menguap sudah pasti tidak asing lagi bagi kita kan gengs, karena pasti setiap manusia pernah mengalaminya. Ya, hal itu kerap kali terjadi saat rasa kantuk mulai menyerang atau rasa setres yang teramat dalam akibat tumpukan pekerjaan, atau hal lainnya.

 

Menguap, Kok Menular?

Tetapi, tahu kah kamu gengs jika menguap itu bisa menular? Saat kamu melihat orang lain menguap, tanpa sadar kita akan ikut menguap juga. Tidak perlu risau, hal ini adalah sesuatu yang wajar dan berdampak 70% bahwa menguap pasti akan menular.

Mengapa hal itu dapat terjadi? Pasti banyak timbul pertanyaan di dalam kepala mengenai hal ini. Para peneliti dari University of Connecticut melakukan penelitian pada tahun 2010, dan mereka menemukan fakta bahwa menguap adalah penentu kepribadian anak.  Mereka menemukan fakta, bahwa sebagian besar anak-anak tidak tertular menguap, sampai mereka berusia 4 tahun. Perlu diketahui, bahwa usia empat tahun adalah usia umum ketika keterampilan empati mulai berkembang loh gengs.

Menurut penelitian, jika anak muda yang menderita autisme akan mengalami kesulitan merasakan empati. Untuk itu, lebih kecil kemungkinannya untuk menguap saat orang lain sedang menguap dibandingkan dengan teman sebayanya yang tidak menderita autisme. Dapat disimpulkan, anak yang penderita autisme parah akan memiliki kemungkinan tertular menguap jauh lebih kecil, daripada mereka yang menderita autisme ringan.

Banyak sekali penelitian yang meneliti hal ini gengs, namun kita tidak tahu apakah itu benar adanya atau hanya sebagai objek meneliti. Jika dikaitkan dengan nalar, bahwa menguap itu sebagai bentuk kepribadian, itu ada benarnya karena menyinggung empati dan simpati pada anak usia dini atau dapat disebut sebagai rangsangan.

Namun yang lebih dapat dipahami penyebabnya adalah aktifnya bagian otak sebelah kiri depan otak manusia yang dinamakan inferior frontal gyrus. Bagian otak tersebut memiliki jaringan neuron cermin yang dapat mencerminkan gerakan orang lain atau meniru dan membuatnya melakukan hal yang sama karena adanya dorongan untuk melakukan sesuatu.

Jadi, jika seseorang menguap maka neuron cermin akan beroperasi, dan aksi tersebut kemudian ditiru. Hal ini juga tidak hanya dilakukan oleh manusia saja, tetapi juga hewan seperti anjing dan baboon.