Jalan Tuhan

Jalan Tuhan

Ku berjalan menelurusi lorong penuh riuh para pekerja

Suara musik syahdu perlahan mulai menampakkan wujudnya

Dari bilik kerja terlihat cahaya penuh keindahan nan bersahaja

Kupandang sekilas lirikan mata indahnya

 

Aku tak tahu siapa pemilik cahaya indah nan mempesona itu Yang ku tahu cahaya itu telah menempel dalam jiwa ragaku

Engkau siapa? Aku baru melihatnya!

Waktu demi waktu telah berlalu
Aku telah berada di tempat lain dan waktu pun seakan tidak mampu mempertemukan ku lagi

Namun, apa daya kita hanya makhluk lemah yang tak mampu mengatur semuanya

Setitik cahaya yang dulu pernah memancarkannya di lubuk hati
Kini justru mendekat tak terkendali

 

Cahaya nan indah bak surga itu seakan telah menyatu dalam jiwa ragaku

Namun sayang, cahaya keindahannya itu terlambat ku gapai dan hanya mampu ku pandang di setiap detik pancarannya

Dan kini cahaya itu mulai terlihat meredup dan menghilang jauh entah kemana

Apa mungkin cahaya itu akan kembali?
Apa mungkin cahaya itu mau menyatu dalam ragaku?
Apa mungkin cahaya itu mau memancarkan cahanya untuk ku?

 

Namun, aku percaya.. jalan Tuhan akan mampu membuat cahaya itu memancarkan keindahanya lagi

Aku pun tahu, hanya sang penguasa alam yang akan mampu memberikan jalannya untuk menggapai cahayanya itu lagi.