Jangan Main-main dengan Kata “Nikah”

Jangan Main-main dengan Kata “Nikah”

Ngomongin masalah nikah, pasti jadi bahasan renyah nih bagi teman-teman. Iyalah! Siapa sih yang nggak pengen sama yang namanya nikah? 
Menikah merupakan sebuah impian bagi sebagian besar manusia, baik laki-laki maupun perempuan karena ini adalah sebuah aturan yang ditetapkan Tuhan untuk menjaga kesucian fitrah manusia berupa cinta.

Sebelum kamu siap mengatakan ‘iya’ untuk menikah kepada calon pasanganmu, coba list dulu yuk apa saja hal-hal yang sudah kamu persiapkan? 

 

1. Agama

Menikah adalah satu bentuk ibadah untuk menyempurnakan setengah agama. Maka, menikah sangatlah dianjurkan bagi siapapun yang telah mampu dan memenuhi syarat meskipun ada beberapa kasus yang menyebabkan seseorang dilarang untuk menikah, misalnya seorang yang sakit HIV dilarang untuk menikah dengan orang yang sehat dikarenakan dapat membahayakan orang lain.

Karena merupakan sebuah rangkaian ritual ibadah, orang yang hendak menikah juga seharusnya memiliki bekal ilmu yang sekiranya dibutuhkan dalam keluarga misalnya nih, ilmu tentang nikah itu sendiri, wudhu, sholat, waris, bersuci, hubungan suami istri, dsb. Ya, pada dasarnya menikah sendiri bisa wajib, sunah, ataupun haram. Kalian diposisi yang mana teman-teman?

 

2. Jiwa 
Persiapan selanjutnya adalah jiwa. Orang yang mau menikah hendaknya memiliki jiwa yang matang dan sehat. Kenapa? Karena kematangan dan kesehatan jiwa dapat menentukan keberhasilan sistem reproduksi dan juga produksi seseorang. Terutama bagi laki-laki niih, jika siap menikah berarti dia siap memberi nafkah kepada anak orang lain yang berarti dia harus bekerja lebih keras lagi dalam mencari uang. 

 

3. Harta
Banyak orang yang bilang, bahwa harta bukanlah syarat utama yang harus dimiliki sebelum menikah. Ini tidak salah, namun bukan berarti ini tidak penting karena tanpa harta seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari. tapi tidak jarang juga setelah seseorang menikah semakin dimudahkan dalam mendapatkan pekerjaan padahal sebelumnya sangat kesusahan. Yaa itulah berkah menikah katanya. wkwk  

 

4. Manajemen rumah tangga 
Jangan salah lhoo, ilmu manajemen juga tidak hanya melulu dipelajari oleh anak kuliahan saja. Setelah menikah kelak seseorang akan hidup bersama orang laik yang mungkin sebelumnya sama sekali belum dikenal. Ditambah lagi nanti mempunyai anak.

Makanya, di sini perlu adanya penguasaan manajemen rumah tangga misalnya mengatur kondisi rumah supaya tetap bersih dan rapi, selalu tampil segar di depan pasangan, mengatur keuangan, dsb.

Satu lagi yang sangat penting, perempuan juga harus belajar masak lhoo karna konon, masakan yang enak juga menjadi factor penentu suami betah atau tidak tinggal di rumah. Kata mereka yang sudah menikah mah ilmu rumah tangga mah kampusnya setelah menikah. Ha ha ha

 

5. Manajemen pendidikan anak
Memiliki anak/keturunan adalah salah satu tujuan dari menikah. Setiap orang pasti ingin memiliki anak yang baik, pintar, rajin, sehat, dan mematuhi perkataan orang tuanya. Tapi dalam kenyataannya untuk bisa mendapatkan hal itu semua tidak semudah mengedipkan mata. Semuanya butuh ilmu dan kebiasaan karena baik, pintar, sehat, dan patuhnya anak pada orang tua pada dasarnya tergantung dari bagaimana didikan orang tua.

 

6. Emosi
Menikah berarti bertemunya laki-laki dan perempuan yang mengucapkan janji besar di hadapan manusia dan Tuhannya. Pada dasarnya keduanya memiliki karakter emosi yang berbeda-beda. Jika keduanya tidak diatur dengan apik, maka kemungkinan besar bahtera rumah tangga keduanya tidak akan terbangun dengan kokoh atau  bahkan malah roboh. Kan sayang kalo cepat roboh to?

Karena menikah bukanlah mainan yang asal aku dan kamu suka maka aku dan kamu nikah. Melainkan di dalamnya ada banyak sekali persiapkan yang harus kamu lalui sebelum membangun bahtera cinta yang maha besar itu. Yuk, kita sama-sama belajar!