Jujur itu Harga Mati

Jujur itu Harga Mati

Illustras oleh datapedia.blogspot.com

 

Hidup dalam zona kebohongan adalah ilusi yang benar-benar memperpuruk keadaan. Bagaimana tidak, satu kali kita berbohong maka rentetan kebohongan berikutnya akan semakin runtun. Beruntung jika kebohongan itu tidak diketahui orang lain, tinggal hanya urusan dengan Tuhan. Tetapi jika orang lain tahu, sudah tentu merusak nama baik dan masih juga berurusan dengan Tuhan.

 

Orang terkadang masih bisa menerima apa yang sebenarnya terjadi walau kenyataannya itu menyakitkan dari pada dibohongi. Alangkah lebih baik kita tahu kenyataan lebih awal, karena tertunda dengan kebohongan akan lebih memberi rasa sakit yang mendalam.

 

Sering kita mengabaikan kebohongan kecil. Tanpa kita sadari, hal itu merupakan benih kebohongan yang besar. Lambat laun kebohongan kecil akan memberikan kenyamanan, dan pada fase tertentu tak akan menghiraukan lagi tentang dosa. Nilai kejujuran perlahan mulai terhapus, lalu menganggap Tuhan tak melihat kesalahan yang kita perbuat. Sikap tersebut perlahan mengakar dan semakin hari akan tumbuh menjadi dahsyat.

 

Hapus kebohongan, lalu harus belajar menata hati. Pikirkanlah jika kita pada posisi sebagai korban pembohongan. Timbullah pertanyaan, apakah kita mau dibohongi? Tentu jawabannya tidak. Sejenak berfikir, kalau digali kembali pertanyaan tadi beserta jawabannya berarti pembohong juga mempunyai sikap mau menangnya sendiri. Tidak mau dirugikan maunya merugikan, ya itu memang tidak adil.

 

Prinsip hidup benar-benar harus kita pegang teguh. Jauhkan diri dari hal buruk, karena tanpa kita sadari hal buruk yang kita lakukan akan merusak citra diri. Dan untuk membenahi nama baik bukanlah hal yang mudah. Seseorang yang bersetempel buruk maka predikat itu selamanya akan menempel pada dirinya. Sejarah selalu menjadi cerita, jangan jadikan sejarah diri kita mencatat hal yang buruk. Bangunlah sejarah yang membanggakan.

 

Jangan biarkan kebohongan meracuni diri. Jujur adalah kunci hidup. Jujur adalah nilai yang tak terbayar, karena jujur adalah harga mati. Betapa jujur itu akan mengharumkan, memberi wangi dan memberi keindahan pada diri. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang bersih dari unsur kebohongan