Kamu Sibuk, Tapi Ingin Menulis? Simak 5 Poin Ini!

Kamu Sibuk, Tapi Ingin Menulis? Simak 5 Poin Ini!

www.pixabay.com

 

Bisa kok. Pasti bisa. Menulis adalah hal yang telah kita pelajari sejak kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Ada di dalam pelajaran bahasa indonesia. Ya, bukankah kita selalu diberi tugas mengarang di sekolah? Kita diajari menulis dari mulai membuat brainstorming, ide tulisan, kerangka karangan, sampai kemudian menulis dari awal cerita hingga cerita itu selesai.

 

Hemm.. mungkin diantara kita ada yang merasa bingung darimana ide menulis itu muncul? Tentu ada banyak ide dalam menulis. Jika terlalu sulit untuk memunculkan ide, kita bisa pinjam kata kata dari Aa Gym yang berlaraskan mulai dari hal yang kecil, dari sekitar kita, dan mulai dari diri kita sendiri.

 

Mulai dari hal yang kecil dan menurut kita mudah,

misalnya tentang hobi dan makanan. Mulai dari hal disekitar kita, misalnya tentang kebiasaan orang orang disekitar kita yang suka merokok atau tentang gaya hidup anak remaja “jaman now” yang sudah jauh dari tata cara hidup orang dahulu. Mulai dari diri kita sendiri, misalnya ide menulis tentang apa apa saja yang kita ketahui. Ketahuilah teman teman, ada banyak ide untuk kita menulis. Jadi jangan menyerah untuk menulis yaa, walaupun kita sibuknya naudzubillah hehe..

 

Setelah kita mendapatkan ide, mungkin ada yang terfikir bagaimana jika ide menulis ini sudah banyak ditulis oleh orang lain.

Foto:  www.pixabay.com

Hal yang perlu kita ingat adalah setiap manusia memiliki buah fikiran yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Mungkin saja tema yang kita tulis itu sama, tentang bahaya merokok misalnya. Tetapi bisa saja tulisan kita berbeda dari segala macam cara pandangnya, titik poin penulisannya, dan mungkin cara penyampaiannya yang berbeda pula. Jadi tulis saja ide yang telah kita miliki.

 

Jika ide tulisan sudah kita dapatkan, kita mungkin berfikir bagaimana cara menuangkannya dalam kata kata diatas kertas?

Tulis saja apa yang ingin kita tulis, seperti seorang ustadz yang sedang berceramah diatas podium, seperti seorang pelukis yang melukiskan rasanya diatas kanvas, dan seperti seorang guru yang sedang berbicara menjelaskan pelajaran didepan kelas kepada murid muridnya. Biarkan ide itu mengalir dengan sendirinya.

 

 Jika belum terbiasa menulis, mungkin kita sulit untuk menuangkannya.

Cara pertama sebelum luwes tangan kita menulis sebuah ide tulisan adalah menulis diari setiap harinya. Biarkan diri kita menulis bebas merangkaikan kata dengan makna mempertemukan pena dengan kertas. Agar kita bisa menuangkannya dengan lancar dan mudah semua ide ide yang tersuarakan didalam otak dan hati kita, kemudian merangkainya menjadi tulisan tulisan yang bermakna.
 

 

Ketika kita menulis, satu satunya hambatan adalah diri kita sendiri.

Illustrasi:  www.pixabay.com

 

Mau atau tidak kita menulis. Jika keinginan atau niat kita untuk menulis sangat tinggi, kita pasti bisa menebas semua hambatan dalam menulis. Walaupun dengan kesibukan yang sangat padat sekalipun, kita pasti bisa menghasilkan satu karya tulisan. Jadi yuk kita semangat menulis. Masih ingat kan kata Ali bin abi tholib bahwa kita harus mengikat ilmu dengan menulis. Agar ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain.

 

Penulis : Umma MaryamZahidah