Kearifan Lokal Ini Upaya Mempertahankan Nilai Sumber Daya Alam Indonesia

Kearifan Lokal Ini Upaya Mempertahankan Nilai Sumber Daya Alam Indonesia

Reviensmedia.com, Maluku – Indonesia dikenal tidak hanya kaya akan budaya, dan keindahan alamnya, namun juga sisi lain dari masyarakat lokal Indonesia yang selalu dijaga demi mempertahankan lingkungan maupun budaya yang penuh kearifan lokal. Salah satunya, kearifan lokal masyarakat Maluku yang tetap menjaga keberlangsungan potensi alam dan perikanan laut.

 

Budaya kearifan lokal ini disebut dengan nama “Sasi”. Sasi sendiri merupakan adat khusus yang berlaku hampir di seluruh pulau di provinsi Maluku. Sasi juga memiliki nama lain, yaitu Yot di Kei Besar dan Yutut di Kei Kecil. Sasi juga dikenal sebagai cara pengolahan sumber daya alam di desa-desa pesisi Papua.

 

Kearifan lokal ini dapat diartikan juga sebagai larangan untuk mengambil sumber daya alam tertentu sebagai upaya pelestarian, agar mutu dan populasi sumber daya hayati tersebut tetap terjaga.

 

Peraturan adat ini dalam melaksanakannya juga menyangkut pengaturan hubungan manusia dengan alam dan antarmanusia dalam wilayah yang dikenakan larangan tersebut. Dengan kata lain, budaya ini juga merupakan suatu upaya untuk memelihara tata krama hidup bermasyarakat, termasuk upaya ke arah pemerataan pembagian atau pendapatan dari hasil sumber daya alam sekitar kepada penduduk setempat.

 

Menurut sahabatku Shany yang asli Maluku, Sasi merupakan keputusan adat bersama masyarakat adat untuk mengkususkan hasil alam agar tidak diambil dalam kurun waktu tertentu, dengan maksud supaya habitat dari sumber daya alam tersebut dapat lestari.

 

Masyarakat setempat percaya bahwa, jika ada masyarakat yang melanggar sasi maka terkena hukuman yang bersifat mistis (kepercayaan) seperti sakit perut, jika mengkonsumsi sumber daya alam yang sedang dalam proses sasi.