Kenapa Sebagian Orang Tidak Menyukai Panggilan Sayang? Ternyata Ini Lho Alasannya

Kenapa Sebagian Orang Tidak Menyukai Panggilan Sayang? Ternyata Ini Lho Alasannya

Foto: lovepanky.com

 

Secara logika panggilan sayang memang dambaan setiap orang, Gengs. Apalagi yang memanggilnya itu orang spesial pasti ada kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ataupun ekspresi. Bukan karena lebay atau gimana ya! Tapi ya memang sering terjadi hal demikian.

Apakah setiap orang suka kalau dirinya dipanggil sayang dengan orang lain? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di hati saya ketika kemaren malam beberapa kali membaca status senior saya soal penempatan kata sayang yang tepat. Dan, setelah saya riset ke beberapa orang ternyata benar lho tidak keseluruan orang tuh suka dipanggil sayang. Ternyata ini lho Gengs alasan mereka:

 

1. Panggilan Sayang Itu Mahal

Setuju sih jika orang memberikan pernyataan begitu kepada orang yang seenaknya sendiri memanggil orang lain “Sayang atau Say”.  Memang tidak ada yang salah. Tapi ko kesannya sedikit gimana gitu ketika tidak ada ikatan spesial nyelonong panggil “Sayang”! hmm, murah sekali harga kata sayang itu ya, Gengs.

Padahal lho perjuangan bagi sepasang kekasih atau suami istri bisa memanggil sayang saja butuh perjuangan. Melalui beberapa tahap yang enggak sebentar. Perkenalan, jadian, serius kemudian menikah. Tidak asal-asalan kenal lewat sosmed terus panggil “Sayang”.  Duh, hargai kata sayang ya!

 

2. Perlu Waspada Ketika Tiba-tiba dipanggil sayang

Yang sering disalah artikan orang-orang tidak bertanggungjawab untuk memanfaatkan orang lain ya salah satunya dengan mulai pendekatan memanggil “Sayang atau Say”. Memang tidak semuanya begitu, mayoritas yang biasanya hanya memanggil nama atau kamu, elo  tiba-tiba tidak ada bom Nagasaki Hirosima bisa memanggil kita “Sayang”, pasti ada udang di balik bakwan, Gengs. Kamu perlu mewaspadai sikap si dia.

 

3. Panggilan Sayang Belum Tentu Fair

Pertemanan atau menjalani hubungan kepada seseorang itu tidak bisa dikatakan fair hanya terdengar dari mereka memanggil kita “sayang”. Bisa jadi panggilan sayang itu hanya panggilan biasa yang tidak memiliki arti apapun. Seperti saya memanggil mantan dengan panggilan sayang. Apa bisa diartikan saya masih sayang masih dia? Tolak ukur kepedulian seseorang (fair) tidak bisa dilihat seberapa banyak dia memanggil kita sayang jika tidak memiliki action apapun.

 

4. Sedikit Geli dan Ilfeel Jika Yang Memanggil Sayang Itu Orang Asing

Bukan suami, bukan pacar, bukan sahabat dekat tiba-tiba ko memanggil kita sayang! Jika kamu di posisi itu geli dan Ilfeel wajar enggak sih? Kalau saya mah lebih baik mundur terhormat aja. Apalagi saat yang bersamaan ada si dia, orang yang diam-diam memperhatikan kita dan sesekali mencuri pandang kekita. Bisa-bisa orang yang tengah mendekatkan hati dengan kita itu bisa membalikkan badan dan menganggap kita sudah milik orang asing itu. Duh, jangan sampai begitu, Gengs. Sakit rasanya!

 

5. Sedikit Lebay

Sebagian orang memang beranggapan panggilan sayang itu sedikit lebay. Nah, alasan mereka itu ya masuk akal sih ya. Seperti bagaimana intonasi memanggil pasangan “Sayang” ketika dirinya sedang marah. Apakah dengan intonasinya tinggi atau tetap seperti saat cinta-cintanya.

Itu sebabnya sebagian orang menghindari panggilan sayang kepada pasangannya agar tidak terjadinya perbedaan yang signifikan ketika di posisi bahagia dan marah-marah. Ya, lucu aja ketika suasana hati baik-baik saja memanggil sayang. Giliran hati sedang gak karuan panggil pasangannya “Kuntil anak atau Gerandong.” Kan itu lebih tragis di dengarnya. Ha ha ha

Sedangkan kamu bagaimana Gengs cara memanggil pasanganmu?