Keterbatasan Tidak Mengurangi Kreatifitas

Keterbatasan Tidak Mengurangi Kreatifitas

Difabel atau disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan.

 

Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.(wikipedia)

 

Itulah sedikit penjelasan dari difabel. Tidak sedikit orang yang iba terhadap penyandang itu, karena secara fisik memang tidak sama dengan orang normal pada umumnya. Namun bagi saya difabel bukanlah sebuah kekurangan fisik yang dimiliki sesorang, justru hal ini adalah sebuah pembeda dan kelebihan.

 

Kenapa saya bilang sebuah kelebihan, yap saya sendiri juga seoarang seperti mereka. Walaupun saya bagian dari mereka, tidak ada rasa sedikitpun rasa minder dengan orang normal pada umumnya. Saya masih bisa berkarya dan berkompetisi dengan orang-orang normal. Dan justru ini menjadi semangat tersendiri buat saya.

 

Sebisa mungkin kita sebagai orang yang memiliki kelebihan harus bisa menunjukkan kalau kita bisa lebih dari segala bidang, baik dalam dunia perkerjan, pemikiran, karya dan banyak lagi. Saya ikut senang saat mendapatkan kesempatan membuat sebuah video dari temen-temen penyandang difabel. Ternyata semangat yang saya miliki juga banyak dimiliki temen-temen lainya. Mereka dapat membuat karya dan bekerja dilingkungan orang normal.

 

Tidak hanya bekerja dengan orang lain, sebagian dari mereja juga ada yang memilki usaha sendiri. Baik dari sektor budidaya, kuliner dan umkm lainya. Hasil yang mereka buatpun tidak kalah dengan orang normal pada umumnya.

 

Salah satu sosok yang saya temui adalah mas Asep, pemuda asal Purworejo ini memiliki budidaya jamur tiram. Semangatnya begitu besar menekuni usaha budidaya ini.

 

Dibantu oleh keluarganya, mas Asep menanam mulai dari penanaman benih hingga pemanenan. Melihat semangat satu di antara jutaan penyandang difabel ini, saya optinis di luaran sana pasti juga banyak orang yang dapat berbuat lebih dari saya maupun mas Asep.

 

Buat temen-temen yang sebelum dapat kesempatan sama dengan kami, jangan berpatah arang. Tidak sedikit yayasan-yayasan yang memberikan bantuan baik materi maupun pelatihan bagi penyandnag difabel. Jadi tetap semangat, dan mari kita tunjukkan pada dunia kalau kita sama dengan orang normal pada umumnya.