Khatamul Quran versi Masyarakat Melayu-Bugis

Khatamul Quran versi Masyarakat Melayu-Bugis

Reviens Media, Pontianak - Bagi umat Islam khatam Quran adalah hal yang wajib, karena ada hadist yang mengatakan “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Hadist riwayat Bukhari

Nah, di Negara kita ini Indonesia adalah negara yang beragam suku bangsa ada jawa, batak, melayu, bugis, betawi, sasak pokoknya macam macam. Adapun perayaan khatam Quran juga berbeda-beda sesuai dengan adat budaya masing masing namun saya pikir tradisi dari budaya juga tidak melenceng dari syariat Islam.

Kali ini, saya akan sedikit menggambarkan suasana perayaan khatamul Quran masyarakat melayu-bugis. Ketika itu saya diundang oleh seorang rekan untuk menghadiri acara khatam Quran di daerah Pal Lima Kota Pontianak.



Kebetulan yang khatam adalah kedua anak rekan saya, acaranya cukup sederhana namun meriah. Kedua putra dan putri nya di pakaikan pakaian adat teluk belangga yang merupakan ciri khas pakaian melayu dan dibuatkan singgasana kecil mirip singgasana raja yang berfungsi untuk membaca surat-surat Al-Quran.

Acara pertama adalah menjemput sang guru yang mengajarinya membaca Al-Quran, dengan diarak dengan arak arakan rebana yang telah dihiasi dengan ornamen ornamen unik. Kebetulan rumah guru tersebut tidak begitu jauh, namun kalau jauh pun akan tetap dijemput.

Setelah sampai kerumah guru, mereka disambut dan dibacakan beberapa doa dan sholawat nabi. Setelah itu arak arakan kembali menuju rumah, rebana kembali dibunyikan untuk mengiringi para khatamul Quran.

Yang membuat unik adalah ternyata ada seseorang yang menghalang halangi mereka masuk rumah disitulah ada berbalas pantun antara penghalang masuk rumah dan rombongan arak arakan yang membawa para khatamul Quran.

Maksud dari berbalas pantun adalah untuk meminta ijin para khatamul memasuki rumah guna merayakan acara khatamul Quran.

Setelah berbalas pantun usai ternyata ada nenek yang juga memeriksa apakah benar para khatamul ini adalah cucu cucu mereka. Diperiksanya satu satu dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Setelah sang nenek yakin, para khatamul adalah cucu cucu mereka, sang nenek mengijinkan mereka masuk untuk merayakan acara khatamul Quran. Namun sebelumnya sang nenek menyebar beras kuning dengan uang receh yang diperbuat kan oleh anak anak kecil.



Acarapun berjalan dengan syahdu, dengan lantunan ayat ayat suci Al-Quran yang begitu merdu baik dari sang guru maupun para khatamul Qur'an. Semua hadirin sangat khidmat mendengarkan sampai suasana begitu tentram dan tenang di jiwa.

Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran selesai dan dinyatakan khatam, orang tua khatamul memberikan bingkisan sebagai rasa trima kasih kepada sang guru berupa beberapa perangkat alat sholat dan beberapa kembang telor. Dan disambut dengan sungkeman kepada orang tua para khatamul Qurs
n, sungkem kepada ayah ibu, nenek kakek, paman bibi dan beberapa saudara lain.