Kisah Wanita Inspiratif Kaum Muslimah

Kisah Wanita Inspiratif Kaum Muslimah

Rabi’ah Adawiyah adalah salah seorang tokoh tasawuf wanita caliber dunia, rela meninggalkan profesinyayang telah digeluti bertahun-tahun. Rabi’ah Adawiyah adalah seorang artis penyanyi keturunan Indo, Arab-Persia. Dia artis yang sangat popular sehingga dalam biografinya diceritakan, Rabi’ah Adawiyah sampai kesulitan mengatur waktu karena padatnya jadwal. Selain cantik, muda, suaranya merdu, Rabi’ah Adawiyah dikenal mudah bergaul dengan siapapun dan termasuk artis yang memiliki rating bayaran tertinggi diantara artis – artis lainnya.

 

Ditengah gemerlap bintang dan kejayaannya, hidup dalam kemewahan, tercukupi segala kebutuhannya, popularitas sudah disandangnya, dengan paras yang tidak mengecewakan tetapi ada satu hal yang tidak dirasakan oleh Rabi’ah Adawiyah, yakni ketenangan. Dalam hatinya dia selalu bertanya “mengapa saya tidak mendapat ketenangan dengan segala kelebihan yang  saya miliki ???????”

 

Siang malam hatinya diliputi kecemasan. Jiwanya gundah. Pada suatu hari, Rabi’ah memperhatikan orang – orang yang datang ke masjid, sujud dan berdzikir di dalamnya, kemudian pulang dengan wajah cerah ceria. Orang – orang itu berjalan dengan tenang seperti tanpa beban. Mereka berbicara dengan teman-temannya sambil bersenda gurau seakan tidak punya masalah. Rabi’ah iri melihat mereka. Lama – kelamaan ia tertarik dengan kehidupan  orang  orang  yang beribadah di masjid Bashrah itu.

 

Sampai suatu saat pada titik kulminasi kekecewaan dan harapan memperoleh ketenangan, akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan profesinya sebagai artis. Dia mulai belajar mengaji dan ibadah secara tekun kepada ustadz yang didatangi di halaqah – halaqah masjid Bashrah hingga akhirnya sama sekali melepaskan diri dari kegiatan keartisannya. Rabi’ah menjadi semangat untuk beribadah. Bahkan bukan hanya ahli ibadah, tetapi menjadi guru dan seorang tokoh tasawuf.

 

Rabi’ah memang fenomenal pada zamannya. Dari seorang artis popular menjadi tokoh spiritual yang dikagumi. Rabia’ah menjadi pencinta Allah sejati. Dia mendarmabaktikan seluruh hidupnya demi Yang Dicintai. Rabi’ah adawiyah meninggal di Palestina dan dikuburkan dekat makam Salman Al-Farisi, kurang lebih 100 meter arah bawah. Dia meninggal pada saat khalwatnya yang terakhir.

 

Dari cuplikan diatas, dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan dan ketenangan  tidak dapat dinilai dari berapa banyak harta atau kekayaan yang kita miliki. Bukan pula dari ketenaran atau popularitas kita, melaiknkan kedekatan dengan Tuhan merupakan sumber dari ketenangan sejati. Dan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, ibadah merupakan instrument yang paling efektif. Ibadah yang dilakukan dengan benar akan membawa akibat –akibat yang bisa mengubah sikap dan perilaku seseorang untuk menjadi lebih baik.  

 

 

Penulis: Siti Fadlilah

Foto: Wikipedia