Kuntilanak Pengen Tenar

Kuntilanak Pengen Tenar

Entah kenapa akhir-akhir ini kehidupanku sangat dekat dengan dunia ghoib. Mata rasanya semakin tajam, di sekeliling tampak jelas lalu lalang makhluk astral. Bulu anu sering berdiri, maksudnya bulu kuduk sering kali berdiri tiba-tiba. Ada suara aneh, tengok kanan tengok kiri nggak ada apa-apa, dianya ngumpet.

 

Ehhh kayak mau nyebrang aja ya tengok kanan kiri. Ada suara aneh lagi, tengok kanan sebentar ehh dianya senyum. Senyumnya cewek Indonesia manis, la ini senyumnya hantu Indonesia bro. Horor binggo lah pokoknya. Jangan nyoba berimajinasi senyumnya hantu Indonesia ya, seketika itu juga kalian akan merinding kerena yang kalian imajinasikan berada di sebelah kanan kalian. Coba tengok saja kalau nggak percaya. Berani nggak nengok ke kanan hahaha.

 

Lanjut fokus. Tiga titik lokasi yang sering dibicarakan warga mengenai sering munculnya kuntilanak membuatku kepo. Lagi musim kuntilanak apa ya? Banyak bener warga yang lihat tante kunti gentayangan. Termasuk sekarang ini ni, si kunti lagi liatin aku nulis cerita ini. Noh dia senyum, duduk manis pake baju daster putih. Jangan cuma senyum kunti, semangatin aku dong hihihi. Cemungut ya kakak. Hiii atutt.

 

Malam itu sengaja aku jalan-jalan malam. Karena kepo dengan omongan warga tentang dimana para kunti itu sering nongol segera ku langkahkan kakiku menuju TKP. Jembatan dekat rumahnya Pak Kades adalah target pertama. 10 menit aku sampai di lokasi. Ternyata di jembatan sedang ramai.

 

Bukan ramai manusia tapi bro, ramai hantu sedang tongkrong. Lagi ngecengin pengguna jalan yang ganteng apa ya, gumamku dalam hati. Tapi bener ni dari sekian hantu yang berjejer, tante kunti lah yang paling agresif. Ia mencoba menunjukkan eksistensinya katika ada orang lewat. Hemmm genit, mulutku berceloteh tanpa kontrol.

 

Memang agresif, hantu yang lain pada fine-fine aja sedangkan si tante usil kurang kerjaan. Paham maksud kuntilanak segera kutinggalkan TKP. Dengan waktu 5 menit aku sampai di TKP 2, yaitu tikungan jalan yang ada pohon warunya.

 

Kali ini ia (kuntilanak) sedang berada di batang bercabang pohon waru. Ia tersenyum sebentar menyapaku, lalu turun dan mendekati aku. Berdiri seolah pengen digandeng tangannya dengan bahasa tubuh tanpa bicara sepatah kata. Kemudian ada cowok ganteng lewat pakai motor bagus eh si kunti tiba-tiba nangkring di jok belakang. Pergi deh si dia, lupain aku gitu aja. Setelah ada yang baru dan lebih dari segala-galanya aku dicampakan. Ke laut aja looooo.

 

Merasa diabaikan aku langsung bergagas meninggalkan TKP 2 menuju TKP 3. Kali ini berada di pertigaan ujung desa. Sampai disana tak satupun ku lihat kuntilanak. Aman terkendali. Namun, sebentar kemudian datanglah mobil sedan dan tiba-tiba si kunti keluar dari dalam mobil dengan cara menembus dinding bodi mobil.

 

Oh tidak… habis jelong-jelong ternyata si kunti. Pasang muka jutek pula pas turun. Dan kita akhirnya tak saling sapa, karena sama-sama cuek.

 

Waktu sudah larut malam, akhirnya ku putuskan kembali ke rumah waktu itu. Ada-ada saja kataku dalam hati. Ternyata para kunti sedang ingin diperhatikan oleh manusia, sehingga ia menampakkan diri. Jangan ada dusta di antara kita ya tante kunti, kalau suka bilang aja !!! Nanti kita selfie, pasti lebih tenar.

Comments