Lahang, Minuman Tradisional yang Tak Kalah Berkhasiat dengan Minuman Isotonik Modern

Lahang, Minuman Tradisional yang Tak Kalah Berkhasiat dengan Minuman Isotonik Modern

Hal pertama yang mesti saya tanyakan adalah, apakah kalian para milenial tau minuman asli Indonesia yang bernama Lahang? Atau mendengarnya saja belum pernah? Padahal lahang merupakan minuman tradisional yang berasal dari tanah Sunda, Indonesia loh.

 

Lahang merupakan minuman yang terbuat dari nira atau air sadapan sari aren. Rasa manis dan segar adalah salah satu ciri khas minuman ini. Walau terkenal di seluruh Indonesia dan di berbagai daerah juga ada, namun minuman ini lebih dikaitkan dengan minuman khas Sunda.

 

Tidak hanya itu guays, lahang juga dikenal memiliki kualitas minuman isotonik tradisional. Nah buat kalian yang kelelahan dan membutuhkan pengganti cairan tubuh, minuman ini cocok sekali, karena lahang seperti minuman isotonik modern nan kekinian.

 

Seharusnya lahang dapat lebih terkenal dari minuman isotonik modern, karena minuman ini diperoleh langsung alam, dan tentunya bebas dari bahan pengawet, serta tentunya harganya yang sangat murah. Jauh lebih murah dari minuman isotonik yang sering kalian konsumsi.

 

Kita sebagai generasi milenial harus dapat mempopulerkan minuman tradisional Indonesia ini, agar kearifan hasil alam yang memiliki manfaat bagi manusia dapat terjaga dan dikenal masyarakat luas.

 

Tambahan informasi. Lahang sendiri diperoleh dari sadapan bunga aren jantan. Cara menyadapnya pun tidak sembarangan, para petani biasanya akan berangkat lebih awal untuk menyadap aren agar kesegarannya terjaga. Konon pada kondisi tertentu air dari bunga jantan pohon aren ini bila terlambat disadap akan berubah menjadi cuka atau tuak. Pohon dari bunga yang akan disadap akan sangat baik bila sudah berusia 5 tahun.

 

Menyadap nira dari bunga jantan tidaklah mudah. Beberapa lama sebelum disadap, ijuk yang melekat pada tongkol bunga jantan harus dibersihkan. Juga pelepah yang menghalangi tongkol.

 

Foto: Google