Lancang Kuning, Saksi Kebesaran Sultan Pontianak

Lancang Kuning, Saksi Kebesaran Sultan Pontianak

Reviensmedia.com, Pontianak – Pontianak, siapa yang tidak tahu soal kota yang dijuluki sebagai kota seribu sungai dan juga sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Sejarah peradaban Pontianak sudah ada sejak tahun 1771 ketika sultan Syarif Abdurrahman membangun istana dan masjid, saat penembakan meriam itulah kota Pontianak resmi berdiri.

IMG-20180408-WA0005

Konon katanya kota Pontianak dahulu dialiri banyak sungai, atau parit dan transportasi unggulan pada masa itu adalah perahu atau sampan, karena memang tidak ada sepeda motor juga sih hehe… pokoknya mau kemana-mana pakainya sampan.

 

IMG-20180408-WA0004

 

Nah begitu juga dengan keluarga sultan juga memiliki sampan yang benama lancang kuning. Perahu ini merupakan perahu kebesaran sultan Pontianak yang digunakan oleh sultan dan keluarganya untuk acara-acada resmi kesultanan.

 

Perahu lancang kuning ini terbuat dari kayu mabang, dicat dengan warna kuning dengan berles warna hijau yang mengitari perahu dan di depan ada lambang bulan dan bintang sebagai simbol agama islam.

IMG-20180408-WA0001

 

Perahu ini memiliki 14 dayung dan satu kemudi dibagian belakang, coba pikir perahu yang memiliki 14 dayung kira-kira besarnya seperti apa dan sayangnya gambar yang ada didalam artikel ini hanya sebuah miniatur. Nah di tengah perahu ada ruang geladak berdinding kaca, ruangan ini asli digunakan sebagai simbol kesulatanan Pontianak.