Love Borneo: Sebuah Pergerakan Untuk Mencerdaskan Anak Pedalaman Kalimantan dengan Rumah Baca

Love Borneo: Sebuah Pergerakan Untuk Mencerdaskan Anak Pedalaman Kalimantan dengan Rumah Baca

Reviensmedia.com, Kalimantan – Saat ini, media social dibanjiri dengan berita-berita tentang masalah Suku Ras dan Agama, saling hujat pun tak terelakkan. Menjatuhkan satu golongan dan golongan lain, begitu juga sebaliknya.

 

Entah kapan hal ini bisa terselesaikan, hanya Allah Yang Maha Esa saja yang tahu. Saya kira masyarakat kita memang rawan konflik, apalagi bermacam perbedaan sangat terlihat, ada Muslim, Nasrani, Budha, Hindu, Kong Hu Chu. Ada yang bermata sipit, bermata lebar, berkulit sawo matang dan lain sebagainya.

 

Kalian juga pasti tahu, bahwa suku Jawa sendiri ada berbagai macam, lewat bahasanya kita bisa mengidentifikasi bahwa si A adalah Jawa Banyumasan, si B adalah Jawa Timuran, si C orang Jogja dengan kelembutannya. Batak juga, ada Batak Karo, Batak Toba, Dayak Iban, Dayak Klemantan dan masih banyak lagi.

IMG-20180223-WA0014

 

Yang perlu kita sadari adalah bahwa kita ini berbeda dengan negara-negara lain, kita ini unik. Jangan sampai keunikan kita ini membuahkan pertikaian dan kemudian terpecah belah.

 

Begitulah negara kita Indonesia yang jumlah pulaunya 17 ribu lebih, yang kita sadari bahwa ada masalah jauh lebih besar selain perbedaan SARA ini, jangan sampai perbedaan SARA ini jadi sebuah virus yang menggerogoti pembangunan di negara kita. Biarkan saja mereka yang suka membuat keributan, mereka senang jika kita bertikai dan saling hujat, tapi pasti mereka akan bingung dan marah besar jika kita mengabaikannya.

 

Masalah yang lebih besar itu salah satunya adalah pemerataan pendidikan, seorang anak bangsa tidak akan bisa pintar jika dicekoki ribuan uang rupiah, tapi dengan ilmu mereka akan mencetak uangnya sendiri. Ini adalah sebuah problematika bangsa kita, pendidikan.

 

 

Ada sekumpulan orang yang sangat peduli dengan hal tersebut, mereka bukan siapa-siapa, mereka hanya sekumpulan pemuda yang peduli terhadap literasi. Mereka berpolitik, tapi politik mereka bersih dari unsur partai, tujuan mereka hanya ingin anak-anak pedalaman merasakan apa yang mereka rasakan dalam hal pendidikan dan literasi. Mereka menamakan dirinya “Love Borneo”

 

Komunitas yang sudah bergerak sekitar 3 tahun lalu, mendedikasikan dirinya untuk membangun Borneo, fokus komunitas ini adalah membangun rumah baca di seluruh desa yang ada di Kalimantan ini, terutama di desa-desa pedalaman.

 

Mereka merasa miris dengan pendidikan anak-anak pedalaman dan sampai sekarang komunitas ini sudah membangun 10 rumah baca di Kalimantan Barat.

 

IMG-20180223-WA0013

 

Tak hanya di situ, Love Borneo melebarkan sayap ke penjara-penjara anak, karena dinilai anak-anak yang dipenjara adalah anak-anak yang kurang perhatian dari pendidikan orang tua dan faktor lingkungan juga berpengaruh, mereka mendedikasikan pergerakan komunitas ini ke semua lini yang berhubungan dengan pendidikan anak-anak bangsa.

 

Harapan Bang Wedi, Bang Deo dan teman-teman Love Borneo lain adalah untuk anak-anak muda untuk maju membangun Borneo membangun Kalimantan agar semakin banyak orang yang bisa baca, semakin banyak anak-anak generasi mendatang agar bisa maju membangun bangsa dan negara agar semakin baik.

 

Oh iya selama ini mereka jalan atau menggerakan komunitas ini dengan biaya sendiri tidak ada unsur atau campur tangan pemerintah atau swasta, namun mereka sangat membuka harapan tersebut.

 

Harapan untuk pemerintah, ayuk kita sama-sama membangun dan memajukan Kalimantan Barat lewat Rumah Baca. Jika pembaca ingin menyumbangkan bukunya silahkan PM saja instagramnya @love_borneo_org.

 

Kak Ida salah satu penggiat Love Borneo, mengungkapkan bahwa “pendidikan pedalaman sangat tertinggal pendidikannya, kita di kota bisa menikmati fasilitas membaca apapun kita bisa tercukupi kalau di kota, namun jika kita melihat ke belakang. Anak-anak pedalaman sangat tertinggal jauh kita ingin anak-anak pedalaman ingin punya pendidikan yang layak, mimpi dan masa depan yang cerah seperti anak-anak di kota.”

 

Begitu juga dengan Bang Adi, “melihat anak-anak SD di pedalaman sangat miris kadang, anak kelas 5 SD masih banyak yang tidak bisa membaca, dengan adanya rumah baca ini diharapkan anak-anak pedalaman dapat membaca dan lebih pintar lagi.”

Hebatnya lagi, setelah pembangunan Rumah Baca, mereka tidak melepas begitu saja. Setiap bulan sekali mereka mengunjungi Rumah Baca- Rumah Baca yang telah mereka bangun untuk setidaknya mengevaluasi buku-buku dan memberikan inspirasi kepada anak-anak pedalaman Kalimantan.

IMG-20180223-WA0012

Keikhlasan mereka dalam memajukan Kalimantan mungkin tidak langsung berbuah hasil, namun kelak anak-anak pedalaman yang mereka perhatikan akan bercerita tentang mereka, Love Borneo.