Makna Rumah Yang Berantakan Karena Ulah Si Bocil

Makna Rumah Yang Berantakan Karena Ulah Si Bocil

Illustrasi: bebycouture.in

 

 

Rumah ….

Tentunya kita sebagai emak-emak mengharapkan kondisi rumah yang bersih, rapi, dan nyaman di setiap sudut ruangannya.


Nggak lucu kan kalau kita harus menerima tamu dengan kondisi rumah kita yang laksana “kapal pecah”.

 

Berbicara tentang istilah “kapal pecah”, istilah itu pasti tidak asing lagi di telinga emak-emak semua. Pasti istilah tersebut sudah familiar bagi emak-emak ketika sedang ngomel-ngomel melihat kondisi rumah yang super berantakan.

 

Begini lho mak…., ketika kita melihat kondisi rumah yang luluh lantah kaya kapal pecah, ketika kita melihat alat-alat masak di dapur berjejeran kaya kereta di ruang tamu, ketika pakaian di lemari sudah berjejeran digantung layaknya distro dadakan, ketika mainan satu dus diobral kaya di pasar, dan Apalagi ketika banyak makanan berserakan di lantai.
Coba deh, tarik nafas panjang-panjang, emosinya dikondisikan dulu, kalau perlu simpen dulu di dompet deh. Jangan buru-buru ngomel ya mak sayang.

 

Karena apa??? Karena tidak hanya mak saja yang merasakan itu. Semua mak-mak yang punya balita pasti merasakan hal itu, nyaris setiap hari.

 

 

Memang bisa dimaklumi jika mak-mak tidak bisa mengontrol emosi ketika kesabaran mereka diuji oleh ulah anak-anak mereka, apalagi melihat rutinitas emak-emak yang sangat melelahkan setiap harinya.

 

Tapi… Tahukah emak semua???
Bahwa rumah yang seperti kapal pecah itu simbol bahwa kita baik lho sama bocil-bocil di rumah kita. Ini bukan opini saya semata, akan tetapi ini pendapat AHLI PENDIDIKAN ANAK.

 

Rumah yang rapi di mana di dalamnya ada anak-anak bukanlah suatu pujian, namun menggambarkan bahwa orangtua mereka melakukan suatu tindakan pemenjaraan terhadap masa kanak-kanak mereka, serta membatasi ruang gerak mereka.

 

Nah lo…
Penting mana anak-anak dengan fasilitas memasak kita di dapur?
Penting mana anak-anak dengan pakaian dalam almari. Lalu, penting mana anak-anak dengan mainan yang berserakan tak karuan? Masih mau marah-marah? Uring-uringan? Masih mau fokus dengan istilah kapal pecah?

 

 

Yang penting di sini, kita ajarkan kepada anak-anak kita, bila perlu buat perjanjian dengan anak-anak agar mereka mau merapikan mainan setiap kali selesai bermain. Mungkin itu teori yang mudah, namun sulit untuk dipraktekkan. Tapi tidak ada salahnya jika teori tersebut diajarkan sejak dini, agar mereka bisa belajar mempraktekkannya meskipun tidak setiap saat. Karena mereka juga tetaplah anak-anak yang memiliki naluri sebagai anak-anak pada umumnya.

 

Jadi, emak-emak jangan marah-marah terus ya, jangan hobi manyun.
Tenang saja, karena pakaian yang berantakan, makanan yang berserakan, dan mainan yang amburadul itu pertanda hidupnya masa kanak-kanak mereka.


Dengan membiarkan anak-anak melakukan hal itu berarti kalian adalah orang tua yang baik Karena telah membiarkan anak-anak tumbuh sesuai dengan tahapan usianya.

 

Membiarkan anak-anak menikmati masa kanak-kanak mereka, serta membiarkan mereka berterbangan dengan indahnya adalah pilihan yang bijak bagi kita sebagai orangtua.

 

 

Jangan putuskan sayap-sayap mereka, karena pada hakikatnya setiap anak berhak mendapatkan kebebasan mereka, mempersembahkan karya-karya mereka meskipun dalam bentuk yang unik, yang membuat rumah kita kotor dan berantakan.

 

Hargailah setiap karya mereka dalam bentuk apapun, Karena kebahagiaan anak-anak kita adalah aset yang tak ternilai harganya dan tidak akan pernah bisa digantikan oleh apapun itu. Karena masa kanak-kanak mereka tidak akan terulang lagi, hanya bisa dikenang sebagai memori, maka buatlah anak-anak kalian sebahagia mungkin menikmati masa kanak-kanak mereka.