Menghadapi Pembenci Agar Tidak Menghambat Karirmu

Menghadapi Pembenci Agar Tidak Menghambat Karirmu

Illustrasi via aajtak.intoday.in

 

Guys kamu pernah gak sih merasa orang di sekitarmu membencimu? Padahal kita sendiri juga tidak tau apa sebenarnya masalahnya dan kenapa dia membenci kita. Sedangkan kita sendiri juga tidak pernah melakukan apa-apa kepada si pembenci kita itu.

Nah, kondisi ini terkadang membuat kita memiliki perasaan tidak mengenakkan juga tidak nyaman sehingga menganggu pekerjaan dan tentunya karirmu. Bener gak sih? Agar kamu tidak terkengkang dalam kondisi ini, tentunya kamu akan mencari cara yang pas untuk menghadapi si dia. Berikut ini ada beberapa cara agar kamu dapat menghadapi pembencimu tanpa harus membencinya juga:

 

1. Biarlah Dia Membencimu, Namun Jangan Masukkan dalam Hati Sikapnya itu.
Ini penting guys, ketika kamu dibenci sama seseorang, jangan sampai kamu masukkan dalam hati sikapnya itu. Semakin kamu masukkan dalam hati, kamu akan terus memikirkannya, dan ini sungguh tidak nyaman, Guys. Ketika ini sudah terjadi akan berimbas pada pekerjaanmu. So, tetaplah bekerja dan jangan hiraukan sikapnya itu.

 

2. Berkumpul dengan Orang yang Mendukungmu.
Dari pada memikirkan sikapnya itu, lebih baik kamu berkumpul dengan orang-orang yang baik dan selalu mendukungmu. Dengan kamu sering berkumpul dengan orang-orang yang baik dan mendukungmu dia tidak akan mempunyai kesempatan untuk melawanmu secara langsung. Ya, karena si pembenci itu tidak memiliki kekuatan untuk menghancurkanmu.

 

3. Abaikan Komentarnya Terhadapmu.
Berat? Sudah pasti!Meskipun berat, namun kamu perlu loh Guys mengabaikan komentar negatifnya padamu. Tidak perlu ikut-ikutan membalas dengan komentar yang negatif juga. Jika kamu melakukan hal yang sama, apa bedanya kamu dengan orang yang membencimu itu. Sesekali kamu harus terapin kata "Masa bodo".  Terapi murah untuk menguatkan hatimu.

Itu beberapa cara menghadapi orang yang membencimu. Soo, tetap fokus pada pekerjaanmu ya guys, biarlah dia membencimu yang terpenting kamu tidak membencinya. Siapa tahu suatu saat dia akan menyadari kesalahanya dan minta maaf kepdamu. Tapi, jangan berharap secepat itu.