Menjaga Jarak dengan Gemerlapnya Dunia

Menjaga Jarak dengan Gemerlapnya Dunia

Kondisi kehidupan dunia saat ini serba menyilaukan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin ke sini semakin pesat. Kita sebagai makhluk ciptaan Allah harus dapat meletakkan diri pada posisi yang benar. Artinya kita harus mawas diri, jangan sampai tenggelam dalam gemilang yang melalaikan serta menjaga jarak dengan warna-warni yang ada di dalamnya.

 

Kehidupan dunia adalah tempat di mana kita tinggal untuk sementara waktu, yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk bekal di kehidupan mendatang.


Teman, kita mesti waspada, dunia apabila dituruti, akan menyeret kita pada tuntutan – tuntutan tanpa batas yang menyebabkan kerusakan. Semua yang kita kumpulkan baik harta maupun benda dengan susah payah tanpa mengenal waktu, pada akhirnya akan kita tinggalkan begitu saja di dunia. Hanya satu yang akan kita bawa di kehidupan mendatang, yaitu amal perbuatan kita yang akan dimintai pertanggungjawabannya disisi Allah Swt.

 

Sebagaimana tercermin dalam kalam Allah :
“dan hanya kepunyaan Allah – lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang – orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang – orang yang berbuat baik dengan pahal yang lebih baik.” (QS. An-Najm:31).

 

Nah, bagaimana sih  caranya kita agar bisa menjaga jarak dengan gemerlapnya dunia dan tetap pada posisi ideal…????? Tentu saja dengan senantiasa melatih diri dan mewaspadai jebakan kemewahan dunia. Beberapa jalan untuk menuju ke sana yaitu :


Hilangkan Rasa Cinta Dunia
Singkirkan rasa cinta kita terhadap kemewahan dunia. Hilangkan keterpautan batin dengannya. Seperti sabda Rasulullah dalam sebuah hadist yang artinya :


“barang siapa hatinya terserap oleh cinta dunia, dan ia telah terpikat kepadanya, maka ia terhanyut kepada kesibukan yang menyengsarakan, angan – angan yang tak berujung dan rasa penasaran tanpa batas”.

 

Banyak Bersedekah
Cara selanjutnya untuk menjaga jarak dengan gemerlapnya dunia adalah dengan menyedekahkan apa yang diberikan kepada kita, kepada mereka yang lebih membutuhkan. Dengan kesadaran bahwa pemberian Tuhan di alam dunia ini akan ditarik kembali oleh Yang Maha Kaya. 

 

Nah, teman…. banyak- banyak lah bersedekah. Walaupun hanya sedikit. Semampu kita. Jika Tuhan menghendaki, apa yang kita sedekahkan justru kelak akan dikembalikan kepada kita bahkan dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih banyal lagi.


Banyak Mengingat Kematian
Teman, selalu ingat bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Manusia tidak hidup selamanya di dunia. Suatu saat kita pasti akan meninggalkan dunia dengan kemewahannya. Itu pasti. Kapan, di mana dan bagaimana kondisi kita saat meninggalkan dunia ini semuanya adalah misteri. Hanya Tuhan yang mengetahui. Rasulullah bersabda bahwa orang yang paling pintar adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling giat mempersiapkan bekalnya. 

 

Apa yang saya coba uraikan di atas, bukan untuk membuat kita pasif terhadap urusan dunia. Melainkan agar kita tetap berada pada posisi ideal. Supaya tidak salah sikap dalam meletakkan urusan dunia dan menjadi penghamba duniawi.