Salah Satu Cara Mengenang Jasa Para Pahlawan

Salah Satu Cara Mengenang Jasa Para Pahlawan

Jas Merah istilah yang akrab oleh sosok sang Proklamator kita Bung Karno, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Berbicara sejarah Indonesia pasti juga akan berbicara mengenai Hindia Belanda dan para tokoh pejuang kemerdekaan. Sosok yang begitu karismatik dan disegani oleh pemerintah Hindia Belanda adalah Ir Soekarno, melalui perundingan-perundingan yang dilakukan oleh para tokoh yang dipimpin oleh Bung Karno kala itu membuahkan hasil berupa kemerdekaan secara de facto dan de jurie Negara Indonesia yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945.

Baca Juga  DKP Lestarikan Budaya dalam Peresmian Jembatan Gantung Desa Sawangan

Namun jauh sebelum Ir Soekarno melakukan pemberontakan melawan kolonial Belanda, ada banyak pahlawan-pahlawan kemerdekaan yang berjuang dengan gagah berani, perjuangan tersebar di seluruh daerah di Negara kita Indonesia, kala itu Hindia Belanda. Pun, ketika masa-masa sebelum dan sesudah kemerdekaan seluruh pejuang di daerah-daerah ikut dalam perjuangan membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda. Sayangnya beberapa daerah di Indonesia melupakan pejuang-pejuang yang dahulu mempertahankan daerahnya masing-masing agar tidak dimasuki oleh Tentara-tentara penjajah.

 

Nah, salah satu cara untuk mengenang jasa-jasa para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia seperti yang di contohkan oleh Kota Pontianak adalah dengan cara mengabadikan nama-nama pejuang daerah (pahlawan) dengan nama jalan. Seperti apa, mari kita lihat nama-nama jalan yang ada di Kota Pontianak, dengan nama-nama pahlawan, nama-nama pejuang perintis kemerdekaan Kalimantan Barat, Berikut 5 nama pahlawan yang ada di Kalimantan barat yang diabadikan dengan nama jalan :

 

 

1. Pangeran Natakusuma

 

IMG-20180101-WA0024

 

2. Ali Anyang

IMG-20180101-WA0025

 

3. M. Sohor

m. sohor

 

4. Gusti Hamzah

IMG-20180101-WA0023

 

5. Ya’ M Sabran

yam sabran

 

Namun sebenarnya lebih dari 5 nama-nama tersebut di atas yang diabadikan seperti Alianyang, Pangeran Natakusuma, Rahadi Oesman, Haji Rais bin H Abdurahman, Pangsuma, Siradj Sood dan beberapa yang lain.