Sebagai Anak Millenial, Kamu Harus Tau 5 Kesenian Asli Indonesia Ini

Sebagai Anak Millenial, Kamu Harus Tau 5 Kesenian Asli Indonesia Ini

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan seni dan budayanya, sehingga kamu sebagai generasi millenials perlu tahu beberapa kesenian asli Indonesia ini.

1. Kesenian Dolalak

Angguk/ Dolalak Wanita (liputan6.com)

Angguk/ Dolalak Wanita (liputan6.com)

Apa sih angguk/dolalak itu? Angguk/dolalak merupakan kesenian tari daerah yang diiringi musik kendang dan yang lainnya serta lantunan lagu-lagu Jawa. Tarian tersebut dipertunjukkan oleh para gadis-gadis dengan mengenakan busana khas angguk/dolalak. Mereka beranggotakan 10-12 penari, dan mereka menari dengan anggun serta gemulai diiringi irama kendang yang khas.

 

2. Peresean

Sumber foto: zonasultra.comSumber foto: zonasultra.com

Peresean sendiri merupakan upacara tarian kuno yang berupa pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (prenjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras.


Tradisi ini dilakukan oleh suku Sasak guna menunjukkan kembali legenda ratu Mandalika yang bunuh diri karena melihat tunangannya berkelahi hingga mati untuk memperebutkannya.

 

3. Debus Banten

Debus/ Yuli SetyawanDebus/ Yuli Setyawan

Siapa yang belum pernah mendengar debus? Istilah ini dipopulerkan pertama kali pada masa kejayaan kesultanan Banten yang dipimpin oleh seorang raja bernama Pangeran Maulana Hasanudin antara tahun 1532 hingga penghujung tahun 1570. Seperti kita ketahui bersama, Islam pertama kali masuk ke Indonesia melalui Banten sebagai pintu masuk utama, jauh sebelum kapal-kapal VOC bersandar di pelabuhan Sunda Kelapa. Islam diperkenalkan lewat proses perdagangan antara penduduk pribumi dengan para pengusaha dari Jazirah Arab dan Gujarat India. Maka tak aneh apabila kebudayaan kita sekarang sedikit dipengaruhi budaya-budaya dari Timur Tengah, seperti kesenian Debus Banten ini. 

 

4. Kesenian Ondel-ondel

Ondel-ondel/ IkaOndel-ondel/ Ika

Ondel-ondel adalah salah satu kesenian masyarakat Betawi. Kesenian ini berupa figur boneka besar yang tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih. Boneka raksasa ini sudah ada sejak atau bahkan jauh sebelum Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) masuk ke Nusantara.

 

5. Kuda Lumping

Kuda Lumping merupakan tarian tradisonal Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit yang menaiki kuda. Kuda dalam tarian ini menggunakan kuda kepang yang terbuat dari anyaman bambu yang dibuat menyerupai kuda. Kuda kepang dihias menggunakan cat beraneka warna.

Tari kuda lumping ini menampilkan beberapa prajurit yang sedang menaiki kuda kepang. Aksi pemain kesurupan juga menjadi bumbu mistis dalam pertunjukan ini.