Sebutir Pasir Itu Aku

Sebutir Pasir Itu Aku

Terpandang hanya dengan sebelah mata
Tak ada kebaikan atas hidupku
Lantas aku kerdil
Semua serba agung dalam pandangku

 

Ceritaku tak seindah mereka, bahkan kamu
Bibirku tak mampu berucap atasnya
Karena akulah insan yang lemah
Rapuh dalam prasangka hidup

 

Aku patuh atas takdir
Aku lemah atas nikmat Tuhan
Aku jengah meniru begundal
Aku tetap kecil di antaranya

 

 

Aku aku dan aku
Terus saja aku ya Tuhan
Aku tak akan gundah
Aku tak akan iri

 

 

Biarkan yang terbaik menjadi yang terindah
Apa dayaku tuk menyulap sebutir pasir menjadikannya intan