Siti Nurbaya Zaman Now

Siti Nurbaya Zaman Now

Ilustrasi menikah. ©shutterstock.com/AlexussK

 

Hai para orang tua, memiliki anak perempuan yang masih gadis tapi usianya bisa dibilang beranjak dewasa bukan menjadi persoalan ketika belum menikah loh Pak dan ibu. Apalagi melihat tetangga kanan kiri sudah menimang cucu dari anaknya yang seusia anak bapak ibu. Pasti deh rasa iri, malu dan kesal tengah berebut antri di hati bapak dan ibu.

 

Bukankah menikah itu tidak sebuah pertandingan, yang menikah duluan berarti pemenangya. Jika hal itu terjadi, apa kabar anak-anak yang menikah diusia dini dan setelah itu pernikahan mereka berantakan. Karena sebenarnya mereka belum memahami tujuan pernikahan dan lazimnya menikah itu harus bagaimana.

 

Padahal sudah jelas, bahwa rezeki, jodoh dan maut sudah ada yang mengatur. Kenapa juga masih dipermasalahkan dengan janji Tuhan yang jelas-jelas pasti terjadi. Tinggal menunggu waktu yang tepat karena Dia tentu memberikan yang terbaik dari yang paling baik. Percaya deh para orang tua, anakmu yang kalian kira seperti tidak niat mencari pasangan hidup atau masih seperti anak kecil yang sukanya main dengan dunianya sendiri.

 

Tetapi dalam gelapnya malam, dia melangitkan do’a kemudian mendiskusikan sebuah kebaikan pada Tuhannya. Bapak dan ibu mungkin tidak pernah tahu betapa ributnya sudut pandang dari segala penjuru hatinya. Mengutamakan bentuk pengabdian sebagai anak atau memperjuangkan hak memilih pasangan hidupnya sendiri ketika bapak ibu memintanya segera menikah dengan cara yang instan.
 

Anak gadismu yang kau anggap sudah dewasa banget itu bukan Siti Nurbaya, Pak dan ibu. Yang bisa kalian nikahkan dengan lelaki bukan pilihannya. Kisah cinta tragis Situ Nurbaya, Samsul Bachri dan Datuk Maringgih itu terjadi karena ada hal lain yaitu utang piutang yang terjadi dengan orang tuanya Siti dan Datuk yang terkenal sangat jahat itu.

 

Ya wajar, karena tidak bisa membayar terus meminta anak gadisnya untuk menikah dengan Datuk Maringgih. Bukan karena usia yang sudah dianggap pas buat menikah.

 

Di jaman yang sudah modern seperti ini, rasanya ko pernikahan atas dasar perjodohan sudah kuno. Bukan sependapat jika harus menjajaki calon partner hidupnya dengan berpacaran. Kan sekarang banyak cara yang lebih aman tanpa harus menjadi korban Siti Nurbaya zaman Now.

 

Berta’aruf salah satu misalnya, itu lebih berkelas ketimbang harus dijodohkan dengan lelaki yang tidak tahu menahu. Lihat wajahnya saja hanya dari photo lewat kamera hape, lha dalah langsung disuruh mengiyakan. Beruntung jika gambar aslinya lebih bagus dari photo yang sebenarnya sangat rentan dengan beribu-ribu editan itu. Lha kalau lebih parah, hayooo loh. Seperti membeli kucing dalam karung. Ha haa haa

 

Menikah itu tidak sekedar melihat usia atau rasa malunya orang tua yang memiliki anak gadis usia dewasa belum bisa memberikan cucu. Jangan dikira anak gadis bapak ibu yang usianya udah lewat seperempat abad itu tidak pengen menikah. Pengen, Pak. Tapi tidak begini juga caranya. Menentukan pasangan hidup tidak hanya dilihat dari kemapanan calon suami atau jaminan hidup setelah itu.

 

Setiap orang punya kriteria sendiri termasuk anak gadismu itu. Dan yang terpenting, Tuhannya meridhoi. Bukan berarti anak perawanmu itu membangkang loh, Pak dan Ibu. Tapi ada asalan lain dia ingin membahagiakanmu dengan caranya sendiri.

 

Percayalah engkau yang dipanggil anak gadismu ibu dan Bapak. Dia tengah meracik keindahan dan kejutan untuk memberimu hadiah diwaktu senjamu nanti. Jika sekarang anak gadismu itu masih terlihat suram masadepannya, berbeda dengan anak-anakmu yang lain.

 

Bisa jadi itu adalah caraNya untuk menguji kesabaran dan keteguhan anakmu dan juga engkau. Do’akan yang terbaik untuk gadismu karena do’a orangtua tetap menjadi pioritasnya dalam melangkah agar lebih baik. Tanpa harus menjadi Siti Nurbaya di zaman Now.

 

Penulis: Dzawata Afnan