Sudah Bersyukur Hari Ini?

Sudah Bersyukur Hari Ini?

Pernah dengar pepatah Jawa yang mengatakan “Urip iku sawang sinawang?”, kalau orang Jawa tahu dong pastinya apa arti dari pepatah itu. Baiklah, terkadang sebagian orang merasakan bahwa dunia ini tak adil, Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin (kayak lyric lagu bang H. Roma Irama yah..hihi).

 

Terkadang kita melihat kehidupan orang lain itu lebih baik, lebih enak daripada kehidupan kita, tanpa kita tahu pasti ada lika-liku kehidupan yang membersamainya. Sebagai contoh misalnya, sepasang suami istri yang berjualan gorengan di pinggir jalan raya dengan dibantu anaknya, melihat sepasang suami istri yang sedang melintas dengan menaiki mobil mewah. Sembari membantu orang tuanya, sesekali anak dari penjual gorengan itu membaca sebuah buku pelajaran yang dibawanya usai pulang sekolah. Berkatalah si istri penjual gorengan tersebut “Alangkah enaknya yaa pak kehidupan orang tersebut, mobil mewah, rumahnya pasti megah,semua keperluan terpenuhi lagi”. Padahal di dalam mobil mewah tersebut, sepasang suami istri itu juga mendambakan kehidupan tukang gorengan tersebut, “Alangkah enaknya yaa yah kesederhanaan tukang gorengan tersebut, mereka mencari nafkah yang halal bersama-sama, tanpa meninggalkan keluarga,anak-anak mereka pun pasti juga terurus, tidak seperti kita yang selalu bekerja siang malam, tetapi mengorbankan anak-anak dengan kurang kasih sayang”.

 

Nah, begitulah hidup...Sawang Sinawang. Terkadang kita melihat rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di halaman tempat tinggal kita. Begitulah salah satu cara Syaitan beraksi, dengan membuat manusia merasa terlena, kurang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan selalu merasa kurang puas atas apa yang telah dimiliki. Allah berfirman : “Dan janganlah kalian merasa iri terhadap apa yang telah dikaruniakan Allah kepada sebagian diantara kalian atas sebagian yang lain. Bagi para laki-laki terdapat yang mereka kerjakan. Dan bagi para wanita pun terdapat bagian apa yang mereka usahakan, Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu” (QS.An-Nisa : 32)

           

Setiap manusia pasti punya cobaan dalam hidup. Itu pasti. Karena sakit, musibah, ujian, adalah tanda sayang Allah kepada makhluknya. Kita  tidak pernah tahu bahwa orang yang kelihatannya punya rumah megah & mobil mewah, ternyata juga diuji Allah, misalnya belum mempunyai keturunan, sakit keras, hutang dimana-mana, keluarga dan anak tidak terurus karena lebih mementingkan pekerjaan. Yang kita tahu hanya dari sisi luar, enak kehidupannya, bak Syurga dunia.

 

Kita juga tidak pernah tahu, bahwa ada orang yang tinggal di rumah yang terbuat dari sebilah bambu & pakaian lusuh, hidupnya sangat pas-pasan, ternyata, anak-anaknya menjadi orang yang hebat & sukses berkat ketekunan orang tuanya dalam mendidik dan mendoakan anaknya tersebut seusai shalat Fardlu.

 

Allah berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku) maka sesungguhnya azabku sangat pedih”( QS.Ibrahim:7 )

 

Masih ingat kan Atlet lari 100 meter U-20 yang meraih juara dunia tidak lama ini? Yaps Betul, ”Mohammad Zohri” namanya.

 

Pemuda dari keluarga sederhana ini, berhasil mendapatkan juara dunia lari 100 meter U-20 di Finlandia. Berkat, kerja keras, ketekunan, dan doa dari orang tuanya, kini “Zohri” nama sapaannya mendapatkan hasil yang memuaskan, bahkan bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya.

 

Sangat mudah bagi Allah untuk mengangkat derajat seorang hamba yang taat dan patuh & Sangat mudah juga bagi Allah untuk mengambil nikmatNya yang diberikan kepada hambaNya yang lalai dan ingkar kepadaNya.

 

Bersyukur, itulah kuncinya. Kita tidak perlu iri atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada orang lain. “Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang, yaitu : “Orang yang dianugerahi Al-Qur’an oleh Allah SWT lantas menerapkannya pada shalat-shalat malam dan saat-saat siang, dan Orang yang dianugerahi harta oleh Allah lalu dia menginfakkannya di saat-saat siang dan malam” ( HR.Al-Bukhari dan Muslim).

 

Setiap orang sudah punya kenikmatan & rezeki sesuai porsinya masing-masing.

 

Burung yang terbang saja, sudah dijamin oleh Allah atas makanan yang didapatkannya. Apalagi kita manusia,yang sudah diatur  Allah SWT atas Jodoh, Maut dan Rezeki kita sejak di dalam kandungan.

 

Hayooo, masih mau iri dengan nikmat orang lain?

 

Sama-sama belajar yuk, jadi orang yang selalu Qona’ah (merasa cukup) atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Rezeki sudah diatur oleh Allah, tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita menjemputnya. Jangan tinggalkan yang wajib dan perbanyak yang sunnah.

 

Shalat Dhuha & Surat Al-Waqi’ah akan membantu melancarkan rezeki lhoh. Istiqomah yuk! Karena “Istiqomah lebih baik dari seribu Karomah”. Insyaa Allah, Allah akan selalu bersama orang-orang yang mencintaiNya, mengingatNya, dan selalu berHusnudzon kepadaNya atas segala skenarioNya.

 

Penulis: Lailatul Mubarokah

Foto: U-report