Suka Duka Menjadi Guru Taman Kanak-Kanak

Suka Duka Menjadi Guru Taman Kanak-Kanak

Foto: Dok. Pribadi

 

Menjadi guru, adalah cita-cita masa kecil saya, Gengs. Tapi menjadi guru TK adalah ketidaksengajaan yang menjadi kebahagiaan.

Iya, tidak sengaja. Karena baru lulus SMK sudah dilamar untuk mengajar di TK, banting stir. Meski awalnya canggung, serba salah menghadapi anak kecil, lama-lama mendatangkan kebahagian tersendiri.
 
Ini dia beberapa suka duka dalam menjalani profesi guru TK yang pernah saya alami.

 

1. Kena Muntah

Menjadi guru TK harus siap menjadi tenaga medis Gengs. Mengurus keperluannya selama di sekolah, termasuk saat anak tiba-tiba sakit. Sebelum dipulangkan,  (dengan konfirmasi ke orang tua lebih dahulu) kita harus bisa memberikan pertolongan pertama.  

Nah, kadang anak belum bisa menahan mual. Ketika ingin muntah, ya, langsung dikeluarkan. Tak peduli keadaan atau orang bisa terkena imbasnya, termasuk guru.

Dalam situasi ini, guru harus mampu bersikap sabar dan tenang agar anak dapat tertangani dengan baik.

 

2. Membersihkan PUP

Selain menjadi dokter, seorang guru TK juga harus siap menjadi baby sister loh Gengs. Jika ada anak yang kebetulan PUP di sekolah, tidak mungkin kan, tiba-tiba kita minta orang tua atau asisten rumah tangganya untuk ke sekolah demi hal ini. 

Nah, untuk menangani kasus ini, urat jijik seorang guru TK harus diputus.  Jika tidak, anak akan terbengkalai.

 

3. Kena Pukul atau Tendang saat Anak Sedang Tantrum

Menenangkan anak, sudah menjadi tugas dan kewajiban guru di kelas. Menjadi pelampiasan emosi anak sudah biasa. Di sinilah kecakapan guru teruji, sejauh mana ia mampu mengenal karakter anak Gengs. Sehingga paham bagaimana  harus menenangkannya. 

Saat terkena dampak dari tantrum anak, entah itu pukulan, tendangan, atau gigitan, guru TK tidak boleh terbawa emosi. Kita harus tetap dingin, dan menebar energi posistif, agar anak pun bisa tenang.

 

4. Awet Muda

Suasana belajar yang riang, dipercaya dapat meningkatkan zat  serotonin dalam otak.  Inilah salah satu rahasia awet mudanya seorang guru TK. 

 

5. Menjadi Saksi dan Pelaku dalam Proses Tumbuh Kembang Anak

Inilah moment yang paling berkesan bagi seorang guru TK.

Menjadi sebuah kebahagian tersendiri, saat melihat anak yang awalnya selalu menangis saat ditinggal orang tuanya, menjadi senang sekolah. Atau, menyaksikan anak yang awalnya selalu harus dibantu untuk urusan remeh-temeh, menjadi andalan asisten Guru.

Mendapati anak yang dulunya pemalu, jarang mau mengungkapkan perasaan, menjadi anak yang pandai bercerita. Serta menyaksikan perubahan positif lainnya pada diri peserta didik.

 

6. Mendapat Surat dari Murid

Ketika anak TK baru bisa membaca, jiwa mereka lapar. Semua hal yang memiliki huruf akan dibacanya. Termasuk reklame, papan pengumuman, running text di televisi, atau koran.  Dan mereka mulai senang menulis apa yang mereka rasa. 

Nah, saya sering mendapat surat dari murid. Biasanya di pertengahan semester dua. Rata-rata sudah bisa membaca dan menulis.

Suratnya hanya terdiri dari satu atau dua kalimat. Biasanya berbunyi, "Aku sayang Bu Guru. Terima kasih ya Bu." Atau, ada juga yang berisi, "Bu Guru cantik." 

 

7. Mendapat Bingkisan di Akhir Tahun

Kalau yang ini, jangan terlalu diharap, apalagi sampai meminta, big-big no! Anggap sebagai bonus. Jika kita ikhlas dalam membimbing dan mendidik, tentu orang tua pun dapat merasakan upaya kita dalam mengarahkan anak mereka.

Nah, sebagai ungkapan terima kasih, biasanya mereka memberikan bingkisan di akhir tahun ajaran. 

Setiap profesi memiliki duka, tapi tentu ada sukanya. Semua hal tergantung bagaimana kita menyikapinya. Tertarik menjadi guru TK, Gengs?