Tradisi Tumpengan dalam Menyambut Hari Kelahiran

Tradisi Tumpengan dalam Menyambut Hari Kelahiran

Reviensmedia.com, Pontianak - Tumpeng atau tumpengan, sering diisyaratkan dalam berbagai acara syukuran ataupun dalam tradisi adat lainnya semisal acara kelahiran bayi, acara pembukaan rumah atau peresmian tempat usaha dan acara adat khusus lainnya.

 

Tumpeng biasa berisi nasi kuning yang dicetak kerucut, dan ingkung ayam dengan beberapa variasi tempe kering, tahu, mie dan beberapa lalapan semacam mentimun dan wortel.

 

Yang biasa menghadirkan tumpeng hampir setiap acara adalah masyarakat Jawa dan Madura, namun kali ini acara ulang tahun Enggang Drone Comunity dirayakan dengan acara tumpengan.

 

Namun siapakah Enggang Drone Comunity? Adalah komunitas drone yang berdomisili di provinsi Kalimantan Barat, biasa disingkat dengan sebutan EDC, yang notabene mayoritas masyarakatnya bersuku bangsa Melayu, Dayak dan China.

 

 

Tumpeng

 

Digawangin oleh Viktor Febrian sebagai ketua dan Heryanto sebagai wakilnya, acara ulang tahun pertama EDC sangat meriah dengan dihadiri oleh Kepala Dispora, Perwakilan TNI AU, Ketua Rumaktif, ketua Photografer Pontianak dan sekitar 50 lebih pilot drone yang tergabung dalam keanggotaan.

 

Tanggal 14 bulan 2 tahun 2018 inilah merupakan hari lahir dari komunitas ini, EDC.

 

 

Nah, kembali lagi ke tumpengan, kenapa acara ulang tahun pertama EDC ini harus tumpengan. Mencoba konfirmasi kepada ketua EDC Viktor, jawabannya cukup simpel yaitu “Karena kesepakatan teman-teman pilot buat acara potong tumpeng maka saya sebagai ketua ngikut saja”.

 

Adapun mbak Lidya sebagai bendahara EDC memberikan jawaban yang cukup unik, “Tumpengan memang khas Jawa, kalau dari filosofi bagus, jadi kenapa tidak kita tiru saja sesuatu yang bagus”.

 

 

Keanekaragaman budaya yang kita punya memang benar-benar harus dijaga baik. dan ternyata tumpengan tak hanya milik masyarakat Jawa saja, melainkan milik masyarakat nusantara, Indonesia.