Utamakan Silaturahmi Atau Touring Jelajah Objek Wisata ??? (Pertanyaan Usai Lebaran)

Utamakan Silaturahmi Atau Touring Jelajah Objek Wisata ??? (Pertanyaan Usai Lebaran)

Lebaran tahun ini telah usai, namun begitu moment satu tahun sekali tersebut pasti menyisakan kenangan -kenangan indah bagi setiap individu maupun kelompok.

 

Orang-orang yang jarang sekali berjumpa, akhirnya berjumpa dan dipertemukan di hari lebaran. Ada pula yang mengadakan reuni antaralumni sekolah. Puluhan ribu kendaraan roda dua dan empat berbondong-bondong hijrah dari kota ke desa.

 

Begitu pun keluarga yang di kampung menunggu anak-anak serta sanak saudara mereka pulang ke kampung halaman. Di saat itulah mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.

 

Yang perlu kita tengok kembali ialah bagaimana perkembangan ataupun kemunduran tradisi lebaran dari tahun ke tahun yang mulai mereka ubah dengan sengaja.

 

Coba saja kalian ingat, lebaran tahun ini dengan lebaran lima tahun silam. Cobalah kalian hitung jumlah family yang kalian datangi. Dari tahun ke tahun, mengalami penambahan, atau pengurangan? Atau setidaknya masih samakah??

 

Dahulu, lebaran hari pertama, kedua, ketiga, masyarakat bersilaturahmi ke tetangga mereka, dilanjut saudara dekat, teman dekat, kemudian dilanjut saudara-saudara jauh.


Maklum saja, untuk bertemu saudara jauh kalau nggak lebaran kapan lagi. Tujuannya tak lain supaya tali silaturahminya tidak akan putus sampai anak dan cucu mereka.

 

Namun sayangnya dari tahun ke tahun, mereka mulai mengurangi intensitas berkunjung mereka ke tempat saudara mereka, jadi hanya ke tetangga, beberapa saudara, dan beberapa teman saja. Alasannya tentu dari A-Z, banyak banget. It's ok kali ini bisa ditolerir.

 

Bertambah tahun bertambah pula alasannya. Jadi silaturahminya cukup ke tetangga kanan kiri aja. Saudara mah lewat WA aja, apalagi saudara jauh kirim chat ucapan maaf lahir batin udah sah katanya.

 

Ini nih awal mula terputusnya tali silaturahmi. Alhasil anak cucu sudah tidak diperkenalkan lagi dengan saudara-saudara jauh mereka.

 

Terus ngapain ya pulang kampung kalau silaturahminya paket kilat khusus? Ngapain aja di kampung???

 

Jawabannya, mereka akan sibuk mencari tempat wisata, lalu melakukan touring ke berbagai objek wisata. Ada pantai, danau, wisata alam, taman bunga, puncak, dll.

 

Tujuan utamanya selain buat happy-happy ya buat selphi-selphi, buat modal upload ke medsos, buat dipamerin di medsos. Dan itu kebahagiaan tersendiri dibandingkan capek-capek berkunjung ketempat saudara. Dan mereka berpikir bahwa hubungan kekerabatan dalam medsos lebih penting daripada kekerabatan di dunia nyata.

 

Jadi pada intinya, lebaran dari tahun ke tahun telah mereka ubah tradisinya dengan sangat sengaja. Berkunjung ke sesama saudara sudah mereka anggap tak penting lagi. Bagi mereka berkunjung ke objek wisata jauh lebih penting.

 

Entahlah... (no coment). Ini adalah pilihan mereka, walau sebenarnya saya sangat miris melihatnya, menyayangkan apa yang ada dalam pikiran mereka, yang sengaja menghapus tradisi yang sangat membahagiakan dulu.

 

Kini tiada lagi kehangatan berkumpul dengan seluruh saudara namun digantikan dengan keramaian di seluruh penjuru objek wisata.

 

Yah, semoga saja ada keajaiban sehingga mereka mau kembali ke tradisi masa lampau, mengulangi kebiasaan mereka dulu. Karena memutuskan silaturahmi sangat tidak dianjurkan. Sebaliknya memelihara silaturahmi bisa memperluas rezeki seseorang.

 

Jadi peliharalah tali silaturahmi kalian, jangan sampai putus karena alasan apapun.