Wanita Karir? Nyesek

Wanita Karir? Nyesek

Wanita Karier atau ibu rumah tangga?
Karier seorang wanita seperti mendadak terhenti ketika wanita itu memutuskan untuk menikah dan berumah tangga. Begitukan pendapat sebagian besar masyarakat yang dijadikan alasan agar perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena pada akhirnya akan menjadi seorang ibu yang harus mengurus suami, anak, dan juga rumah.

 

Namun, benarkan menjadi wanita karier lebih mudah dibandingan dengan ibu rumah tangga? Atau sebaliknya ibu rumah tangga lebih mudah dibandingkan wanita karir dalam menjalani hidup sebagai seorang “ibu dan perempuan”.

 

Dari berbagai sisi dan alasan ketika seorang perempuan memilih bekerja dari pada “berdiam diri” di rumah. Mengapa dikatakan berdiam diri padahal sebenarnya pekerjaan menjadi ibu rumah tangga sangatlah melelahkan, luar biasa lelah untuk pekerjaan yang tidak terlihat bekerja dan “menghasilkan”.

 

Ibu rumah tangga sering dianggap bukan sebuah pekerjaan, namun taukah anda ibu rumah tangga sangatlah membutuhkan tenaga ekstra untuk mengurus semua kebutuhan rumah dan mendidik anak-anak. Berbanggalah Anda yang berani memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, memusatkan semua tenaga dan pikiran untuk mengurus keluarga dan memberikan kasih sayang dan waktu kepada keluarga. Sangatlah nikmat menjadi seorang ibu rumah tangga karena dapat melihat setiap tumbuh kembang anak anda setiap hari tanpa terlewat tiap momennya.

 

Banyak masyarakat menilai bahwa wanita karier sangatlah beruntung dalam artian dia dapat terus bekerja dan menghasilkan uang untuk membantu ekonomi suaminya. Tapi sebagian besar orang menilai bahwa hal ini sangat menyenangkan, padahal taukan anda bahwa seorang wanita karier harus merobek hatinya sendiri untuk meninggalkan buah hatinya di rumah, merelakan setiap momen tumbuh kembang si buah hati yang terlewatkan. Wanita mana yang tidak terluka hatinya saat meninggalkan si kecil untuk bekerja. Menghawatirkan bagaimana keadaannya setiap jam setiap waktu.

 

Wanita karier begitu sebagian orang melihat bahwa hal ini sangat menyenangkan, pergi kekantor terlihat cantik kehidupan ekonomi terlihat tercukupi walapun kadang tidak demikian.

 

Rasa resah saat harus berangkat bekerja, namun tidak berani mengambil keputusan untuk berhenti bekerja dengan alasan desakan ekonomi, pendidikan tinggi, kekecewaan orang tua yang sudah menyekolahkan ataupun kebanggaan orang tua yang harus tergadaikan saat sang putri memilih menjadi ibu rumah tangga.

 

Tulisan ini hanya mengambarkan sedikit realitas kehidupan sebagai seorang wanita yang terlihat mudah namun sangat menyesakkan saat dilakukan. Hidup adalah pilihan dan Anda berhak atas semua keputusan yang diambil untuk menjalani hidup Anda. Berpikirlah keratif dan inovatif agar apa yang menjadi harapan dapat terwujud tanpa menggadaikan kebahagiaan Anda melihat tumbuh kembang si kecil dan menjadi sosok ibu yang cerdas dalam membesarkan si buah hati.