Who Am I?

Who Am I?

Haruskah kita mengenali bagaimana karakter yang kita miliki? 

 

Jawabannya adalah sangat penting. Dengan begitu kita akan tahu apa yang harus kita lakukan ke depannya, dan kita akan lebih mampu untuk memahami diri sendiri. Karena bukan hanya orang lain yang harus kita pahami, tapi diri sendiri juga perlu dipahami.

 

Saya selalu antusias ketika  membahas mengenai sifat, kepribadian, ataupun mengulik karakter yang ada pada diri seseorang. Setiap orang pasti memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Bahkan orang yang terlahir kembar saja pasti memiliki perbedaan sifat dan karakter di antara keduanya. Kali ini saya tidak akan mengulik tentang macam-macam kepribadian seseorang secara mendetail karena sudah banyak orang-orang yang menuliskan tentang itu, di sini saya hanya ingin merangkumnya secara sederhana saja seperti yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari.

 

Tipe kepribadian seseorang menurut Galenus itu ada empat: Koleris, Sanguinis, Melankolis, dan Plegmatis. Sederhananya seorang Koleris itu adalah si Pemimpin,  Sanguinis si Humoris, Melankolis si Cengeng, dan Plegmatis si Cuek. Lalu menurut Carl Gustav, kepribadian seseorang itu terbagi menjadi tiga: Introvert si Pendiam, Ekstrovert si Supel, dan Ambivert si Labil (karena gabungan dari Introvert dan juga Ekstrovert). 

 

Banyak kita temui orang-orang dengan sifat dan karakter yang berbeda. Ada yang sifatnya pemalu, ada juga yang pemberani. Ada yang karakternya pendiam, ada juga yang karakternya senang berbicara dan sangat ekspresif. Setiap manusia juga tidak bisa dikatakan memiliki kepribadian A saja, karena dalam diri manusia sebenarnya memiliki beberapa kepribadian yang berbeda. Hanya saja dari beberapa kepribadian tersebut ada yang paling menonjol, atau kecendrungan terhadap salah satu kepribadian.

 

Lalu, apakah memiliki sifat ekspresif itu disebut sebagai kelebihan? Dan memiliki sifat pendiam itu adalah kekurangan? Jawabannya adalah tidak. Kita tidak boleh membuat kesimpulan seperti itu, karena segala sesuatunya pasti memiliki sisi positif dan sisi negatifnya.

 

Sekarang saya ingin mengulas terlebih dahulu mengenai seseorang yang memiliki sifat ekspresif. Sifat ini biasanya dimiliki oleh seorang Ekstrovert - Koleris/Sanguinis. Ia cenderung banyak bicara, mudah bergaul dan juga beradaptasi. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah kehabisan bahan untuk dibicarakan. Ia akan terus memiliki topik untuk membuka obrolan. 

 

Orang dengan sifat ini biasanya akan sukses dalam kegiatan organisasi, karena kegemarannya dalam berekspresi menjadi tersalurkan. Tapi, sayangnya orang yang memiliki sifat ini cenderung egois. Ia tidak terlalu suka mendengarkan pendapat orang lain. Ia ingin pendapatnya selalu didengar tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain.

 

Kemudian mengenai seseorang yang memiliki sifat pendiam, sifat ini biasanya ada pada diri seseorang dengan kepribadian Introvert  Melankolis/Plegmatis. Orang yang memiliki sifat ini cenderung tidak terlalu suka berbicara, ia lebih sering menyendiri, dan menarik diri dari keramaian. Ia terkesan cuek dan dingin.

 

 Tapi, kelebihan dari sifat ini adalah ia memiliki rasa empati yang tinggi dan mampu mengamati segala sesuatunya dengan baik. Konsentrasi yang dimiliknya pun biasanya cukup mencengangkan. Hanya saja ia sulit untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan dan ia pikirkan.

 

Perlu Anda ketahui, bahwa sifat pendiam dengang sifat pemalu itu adalah dua sifat yang berbeda. Sifat pendiam itu lebih condong kepada karakter yang alamiah yang dimiliki seseorang. Sedangkan sifat pemalu adalah sifat yang berkaitan dengan kemauan yang ada pada diri seseorang. 

 

Contohnya seperti ini, seseorang yang pendiam itu biasanya terjadi karena ia malas berbicara dan tidak terbiasa untuk mengungkapkan apa yang ada di hatinya. Ia cenderung cuek pada sekitar. Lain halnya dengan sifat pemalu, sifat ini biasanya terjadi ketika seseorang belum bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ia enggan mengeluarkan pendapat karena merasa minder dengan pendapatnya. Sifat pemalu ini lah yang sering menjadi faktor penghambat seseorang dalam berekspresi.

 

Saya pribadi sejujurnya adalah orang yang memiliki sifat pendiam dan juga pemalu. Saya malas untuk berpendapat, karena saya malu ketika menjadi pusat perhatian orang banyak. Saya menjalani segala sesuatunya lebih senang sendiri, menyendiri dan asik pada dunia saya sendiri. 

 

Itu semua terjadi karena saya selalu beranggapan bahwa tidak ada orang yang benar-benar peduli mengenai saya. Mereka semua hanyalah sebatas ingin tahu saja mengenai saya. Dan seringkali respon mereka terhadap apa yg saya ceritakan tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Sehingga saya berfikir untuk apa saya menceritakan dan mengeluarkan apa yang ada di hati saya? Walaupun sebenarnya dalam hati saya sudah berteriak ingin menyampaikannya. 

 

Tapi, setelah saya berusaha mengenali karakter dan kepribadian yang ada pada diri saya, saya bertekad untuk merubah paradigma saya tadi. Dan sejujurnya, saya merasa jenuh dan bosan dengan sifat seperti itu. Oleh sebab itu, mulai lah sedini mungkin kita mengenal karakter dan kepribadian yang ada pada diri kita masing-masing.

 

Seseorang yang memiliki sifat ekspresif harus sering melatih diri untuk mau mendengarkan pendapat orang lain. Kalian harus pandai mengontrol diri dalam berekspresi. Karena bisa saja kepercayaan diri kalian dalam berekspresi tadi telah menyakiti orang lain. Begitu pula dengan orang yang memiliki sifat pendiam. Kalian harus melatih diri untuk mengeluarkan apa yang ada di hati dan pikiran kalian. 

 

Belajarlah untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar, sehingga kalian tidak selalu terkungkung dalam dunia kalian sendiri. Dan belajar lah untuk lebih berekspresi. Karena orang pendendam biasanya terlahir dari sifat pendiam, maka berhati-hatilah.

 

Di sini saya tidak mengatakan untuk mengubah sifat yang sudah kalian miliki, tapi saya menyarankan untuk memperbaikinya. Kita harus pandai dalam menempatkan diri masing-masing dari sifat tersebut. Kapan kita harus diam dan kapan kita harus berekspresi. Karena sifat yang ada pada diri manusia itu sebenarnya selalu bisa diperbaiki.


So, upgrade terus diri kalian!