Category: EKSPRESI

Kereta Malam

Suara langkah-langkah kaki tergesa membawa tubuh-tubuh menyalip lamban langkahku. Mereka berlomba mengejar gemuruh suara kereta yang...

Dawet Ireng Sri

Panen di masa kini, petani tak lagi memakai ani-ani, karena memerlukan waktu yang melahap perjalanan hari. Dulu, tangan-tangan perempuan...

Untukmu Pendusta

Selalu saja ia mengejawantahkan iya Namun apa, semua berlumur dusta Iya, sekarang..

Pelangi Tak Berkilau

Sungguh penaku terasa kaku Kini tak lagi mampu bersajak seperti dulu Dulu aku mampu mengukir namanya dalam sajak pelangiui

Dalam Logika

Aku mulai belajar mengeja bait-bait kehidupan Mencari makna dalam sebuah cekung-cekung mata

Penghakiman Atasku

Sebentar lagi akan ada cerita banyak pada manusia-manusia Tentang penghakiman yang kalian banggakan Tentang kebenaran yang kalian...

Pecundang Makna

Ketika rumus jalanan mulai pudar oleh serpihan-serpihan acrok Maka elegi waktu pun kian menepis ribuan jarak

Entahlah

Sajak malam ini tumpul tak terasah Gelap mencuatkan logika-logika gelisah Beberapa kata pun berterjemahkan resah

Senja di Bukit Mereka

Aku berjalan di atas tanah ini Dalam langkahku sendiri Tak pernah mengusik langkahnya

Engkau Itu Semu

Engkaulah sang pengatur tempo dalam nada-nada ini Dan aku hanyalah pendengar yang tak menau

Ilusi Jiwa Terucap

Malam telah begitu larut dalam bait-bait sunyi. Mataku tak juga dapat terpejam, kegaduhan hati benar-benar membuatku peluh.

Sepasang Mata Takdir Tuhan

Senja mungkin tak lagi bersahabat denganku. Sederet kata-kata itu menamparku begitu keras, hingga pergantian hari itu pun terasa menyesakkan...

Pemilik kota Hati #Final

Saat ini aku berada di sebuah peswat yang sedang menembus awan-awan putih dilangit nan kelabu  menuju Aceh, cerita tadi siang membuatku...

Rindu Tak Bernama

Hai kamu orang yang masih asing dalam sebuah rindu tak bernama Yang hingga saat ini pun masih dirahasiakan kehadirannya Tetaplah rindu...

Pemilik Kota Hati Part #3

Dia hanya tersenyum, ibu dan paman pun ikut heran dengan tingkahku yang aneh. Tiba- tiba paman menepuk pundak ku, ” hey man, kamu...