Dalam Malam Minggu...

Dalam Malam Minggu...

Foto: unsplash.com/@tomsdg

 

Ada yang begitu pasrah dengan waktu. Itu adalah aku, yang dulunya tak mengenal rindu. Tak mengenal ragu. Tak mengenal cemburu. 

Pun kau sudah tau! 

Malam minggu menjadi tempat yang sempat kau tuju untuk mengalahkan diriku yang seperti batu. Ha ha ha

Dulu,
Dalam malam minggu, ku hanya mengenal dua perkara. Buku & kamu!
Itu saja, tidak lebih.

Saat ini, 
Akankah ada sedikit waktu kau mengingatku?
Bukan, bukan aku! Tapi malam minggu di tahun-tahun lalu.

Ku mulai ragu,
Jika kau ternyata lupa atau melupa. 
Kelak tak kau terima doa cinta dari siapapun melebihi rapalan doa yang kusebut penuh cinta.
Jika mayatmu telah menyatu pada segundukan tanah itu.
Ya, karena akulah satu-satunya perempuan setelah ibumu yang paling tak bosan melihatmu berulang-ulang.

Ku baru saja tahu,
Ada kamu di malam mingguku ini dalam wujud yang lain...

Keyakinan yang begitu egois menghalangimu membuka pintu. Hingga kita menjadi tak cukup kuat untuk menyatu.

Dunia di malam minggu

Dzwata Afnan,
03 Juli 2021