Jodohmu adalah Cermin Hidupmu, Bukan?

Jodohmu adalah Cermin Hidupmu, Bukan?

Photo by The HK Photo Company on Unsplash

 

Jujur saja ya, Gengs! pasti  diantara kamu ada yang pernah dikhianati pas lagi sayang-sayangnya. Parahnya lagi, si doi ternyata menjalin cinta dengan sahabat kita sendiri. Weh, udah jatuh tertimpa tangga pula! Duhh sakitnya sampai ubun-ubun..Ada yang mengagumi seseorang, selalu memikirkannya  setiap saat, kepo dengan instagramnya, ternyata cinta bertepuk sebelah tangan. Weh...

 

Yuk coba kita bermuhasabah dahulu. Jangan langsung menyalahkan si doi. Mungkin kamu yang terlalu berharap kepada manusia itu sehingga menyerahkan benar-benar hatimu untuk si doi.

“Jangan salahkan maling jika rumah tak dikunci. Jangan salahkan dia jika kamu selalu memberi kesempatan untuk terus disakiti”.

Kadang, hati kita ini memaksa Allah untuk berjodoh dengan seseorang, padahal dia belum tentu jodoh terbaik buat diri. Iyaa atau iyaa?

 

Harusnya kita malu karena masih mencintai sesuatu melebihi cinta pada Allah. Memikirkannya sepanjang hari, melihat foto profilnya, kepo dengan status-status WA dan instagramnya. Padahal orang itu bukan siapa-siapa, hanya orang asing yang tiba-tiba mencuri hati. Sedangkan kasih sayang Allah telah ada sejak kita dalam rahim ibu. Padahal meskipun hanya memikirkannya, tanpa sadar  kita telah berdosa, zina hati. Dengan melihat foto-fotonya, termasuk zina mata. Astagfirullah...

 

Buat kamu yang sedang tersakiti karena terlalu tingginya berharap. Dengarkan! Kamu hanya tersakiti perasaan. Move On adalah jalan terbaik. Percayalah! Dengan menyesali dan menangisinya tak akan membuat semuanya membaik. Alangkah lebih baik, isi waktu yang tersisa ini dengan hal-hal yang positif. Seperti belajar dengan sungguh-sungguh, membahagian orangtua, perbanyak puasa sunnah, menghadiri majlis ta’lim, dsb. “Jodohmu adalah cermin hidupmu, bukan?”

 

Naah, untukmu yang sudah terlanjur menaruh hati dan harap, dan pada akhirnya tersakiti, mari bersama-sama kembali ke jalan Allah. Masa depanmu masih panjang, guys. Tak ada guna disesali dan ditangisi. Lebih baik kita bermuhasabah menjadi insan yang lebih baik dimata Allah SWT sehingga pada akhirnya juga akan dipertemukanNya dengan orang yang baik pula