Ruwahan, Tradisi Luhung Pengingat Pada Leluhur

Ruwahan, Tradisi Luhung Pengingat Pada Leluhur


Ruwahan merupakan tradisi budaya orang Jawa di pelosok pedesaan yang bertujuan untuk mendoakan para leluhur yang telah mendahului.

Tradisi ruwahan ini dilakukan mulai bersamaan dengan datangnya bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah

Pada tradisi ruwahan warga melakukan kenduren dengan masing-masing peserta kenduri membawa makanan berupa nasi, lauk pauk/ingkung, sayuran matang, kolak pisang, kue apem, ketan dan lain-lain yang diwadahi dalam tempat biasanya berupa besek sebanyak 4-5 besek.

Setelah kenduri akan disedekahkan bagi warga yang kurang mampu atau bertukaran sesama peserta kenduri dengan saling membagikan makanannya masing-masing  kepada para tetangga setelah acara kenduri.

Biasanya saat ruwahan ada makanan yang wajib ada seperti kolak, kue apem, dan ketan. Konon makanan tersebut mengandung nilai filosofi. 
 

Kolak untuk mengingatkan adanya Sang Khaliq  atau Sang Maha Pencipta. Kue apem untuk mengingatkan agar kita minta ampun atau bertobat. Ketan untuk mengingatkan hati yang bersih dan selalu dekat dengan sesama maupun dengan mahluk hidup ciptaan-Nya yang lain.

Setelah warga melakukan kenduri dan sedekah, acara pun dilanjutkan dengan membersihkan makam keluarga.

Dalam budaya Jawa, mendoakan orang tua dan para leluhur  merupakan bentuk penghormatan sekaligus untuk menjaga keberadaan makam leluhur. 

Ruwahan adalah perbuatan mulia, mereka mendoakan atau mengirim doa kepada Allah untuk orang yang sudah meninggal dan melakukan sedekah dengan memberi makan kepada sesama.

 

Penulis: Ronggo Panuntun