Selamat Pagi Covid

Selamat Pagi Covid

Sudah pagi, Nak. 
Segalanya bermula dan bermuara. 
Semangat dibangun, senyum diciptakan. Cita-cita digantungkan di atap rumah. Segalanya nampak baik-baik saja. Semoga demikian!

Bukankah itu hanya ilusi fana?

Subuh telah usai, Nak.
Jangan kau duduk melamun di serambi suci tanpa masker, tanpa handsanitezer.

Ku tak lagi tumbang, namun ku sudah mati berulang-ulang.
Ketika sanak saudara hilang dibawa sirine ambulans berlalu lalang.

Lihatlah, Nak...
Di sebelah kanan sana zona merah. 
Seharusnya kau masih pakai baju yang berkerah.
Nyatanya di sana, kerah bajumu tak terarah. 
Tengoklah sebelah kirimu, Nak..
Harapan dalam bertahan masih dikibarkan.  
Barangkali kehidupan masih ada untuk kita dan kawan-kawan.

Berdirilah, Nak...
Kita belum mati. Tangan kita masih bisa berbuat baik. Mencuci dengan sabun dan memakai masker.
Sedang kaki kita masih terus mencari jalan kebaikan. Menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. 

Kuatlah, Nak...
Karena menyerah bukan pilihan yang tepat.

Dzawata Afnan